Tekan Enter untuk mencari

Kemarau Panjang, Perumda Tirta Mahakam Kukar Antisipasi Intrusi Air Laut di Anggana dan Sangasanga

Foto: Direktur Utama Perumda Tirta Mahakam Kutai Kartanegara, Suparno.

Akupedia.id, Tenggarong – Perumda Tirta Mahakam Kutai Kartanegara (Kukar) mewaspadai ancaman intrusi air laut di tengah kondisi Sungai Mahakam yang mengalami penyusutan akibat musim kemarau.

Direktur Utama Perumda Tirta Mahakam Kukar, Suparno, mengatakan salah satu wilayah yang menjadi perhatian adalah Kecamatan Anggana.

Apabila air laut masuk semakin jauh ke wilayah sungai, kondisi tersebut berpotensi mengganggu proses produksi air bersih karena kadar garam yang terlalu tinggi tidak dapat diolah menjadi air baku untuk pelanggan.

“Yang kami khawatirkan saat ini intrusi air laut akan masuk sampai ke Kecamatan Anggana. Kalau memang sudah masuk intrusi air laut itu ke Kecamatan Anggana, mau tidak mau kita akan off, tidak bisa memproduksi,” ujarnya, Kamis (13/8/2026).

Menurutnya, Perumda Tirta Mahakam memiliki batas tertentu dalam mengolah air baku. Ia menyebut kadar garam di atas 200 ppm menjadi perhatian karena dikhawatirkan dapat memengaruhi proses pengolahan dan kualitas air yang dihasilkan.

“Memang hanya 200 ppm ke bawah yang bisa diolah menjadi air baku. Dikhawatirkan kalau kadar garamnya di atas 200, khawatirnya kualitas kita juga akan membahayakan kesehatan masyarakat,” jelasnya.

Selain Anggana, Kecamatan Sangasanga juga menjadi wilayah yang perlu diantisipasi. Suparno menjelaskan, kondisi di Sangasanga cukup berbeda karena ketika air laut masuk ke sungai, cenderung lebih lama keluar dari wilayah tersebut. Salah satu faktor yang dapat membantu mendorong kembali air laut ke arah Mahakam adalah tingginya curah hujan, terutama di bagian hulu.

Suparno mengaku telah menginstruksikan jajaran Perumda Tirta Mahakam untuk melakukan pemantauan sekaligus mengimbau masyarakat di wilayah terdampak agar menyiapkan cadangan air.

Di sisi lain, Perumda Tirta Mahakam juga mulai memikirkan sumber air alternatif untuk menghadapi kemungkinan kemarau panjang. Menurut Suparno, Sungai Mahakam masih menjadi sumber utama air baku, namun pihaknya tidak menutup kemungkinan memanfaatkan sumber air lainnya.

Salah satu alternatif yang telah digunakan berada di Desa Bukit Pariaman. Di wilayah tersebut, Perumda Tirta Mahakam memanfaatkan sumber air dari titik sumur milik PT MSJ karena kawasan tersebut tidak memiliki sumber air permukaan yang memadai.

“Kita sudah ada beberapa point yang kita pergunakan sebagai sumber air baku. Salah satunya di Desa Bukit Pariyaman, itu ada point-nya. Kita pakai punya PT MSJ, kita ambil air bakunya karena memang di sana juga tidak memiliki air permukaan,” ungkapnya.

Suparno mengatakan sumber air alternatif tersebut dapat menjadi salah satu pilihan apabila terjadi kekeringan atau musim kemarau yang berlangsung lebih panjang.

Sementara itu, untuk kondisi saat ini, pihaknya meminta pelanggan tidak panik dan tetap menggunakan air secara bijak. Pelanggan juga diminta memiliki tempat penampungan agar tetap mempunyai cadangan ketika pelayanan sewaktu-waktu terganggu.

“Fenomena alam, tidak ada kesengajaan dari PDAM untuk mengurangi kualitas layanan atau debit layanan. Kami sangat mengharapkan untuk menampung air di rumah masing-masing, kemudian bijaklah atau berhematlah dalam menggunakan air yang sudah ada di rumah,” pungkasnya.

Suparno juga berharap hujan segera turun, khususnya di wilayah hulu Mahakam, sehingga debit air sungai kembali meningkat dan kondisi sumber air baku dapat terjaga.

“Kita sangat-sangat berdoa semoga segera turun hujan di wilayah hulu. Yang kami harapkan justru dari hulu hujannya, karena kita di hilirnya,” tutupnya.

Penulis: Aulia Rahmatul Azizah

Rekomendasi

Pasang Iklan di sini