Tekan Enter untuk mencari

Mahakam Surut, Perumda Tirta Mahakam Khawatir Produksi Air Bersih di Kukar Terganggu

Foto: Debit ungai Mahakam yang mengalami penurunan.

Akupedia.id, Tenggarong – Musim kemarau yang melanda Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mulai berdampak terhadap kondisi Sungai Mahakam. Debit air permukaan sungai mengalami penyusutan yang turut membuat Perumda Tirta Mahakam Kukar mewaspadai ketersediaan air baku untuk kebutuhan produksi air bersih.

Direktur Utama Perumda Tirta Mahakam Kukar, Suparno, mengatakan kondisi kemarau saat ini menyebabkan sejumlah persoalan pada intake atau titik pengambilan air baku. Salah satunya meningkatnya sedimentasi dan pendangkalan yang berpotensi membuat intake tidak lagi mampu mengisap air apabila debit Mahakam terus menyusut.

“Kalau saat ini memang musim kemarau, air permukaan Mahakam surut. Tentunya kami dari PDAM sangat berharap ini segera turun hujan. Kita lihat prediksi dari BMKG, kalau tidak salah informasinya sekitar bulan September nanti baru akan ada hujan,” kata Suparno, Kamis (13/8/2026).

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi perhatian karena Sungai Mahakam merupakan sumber utama air baku Perumda Tirta Mahakam. Apabila permukaan air terus menurun, sejumlah intake berpotensi mengalami kendala dalam proses pengambilan air.

“Ada beberapa hal yang sudah berdampak, terutama ada beberapa intake yang pertama adanya sedimen yang tinggi, pendangkalan. Sehingga kalau tidak ada hujan maka memungkinkan untuk kandas, tidak bisa mengisap lagi. Ini yang kami khawatirkan,” jelasnya.

Meski demikian, Suparno menyebut kondisi air Mahakam yang masih cukup tinggi di sejumlah waktu saat ini turut dipengaruhi pasang air laut. Pasang tersebut mendorong aliran Mahakam sehingga air sungai tertahan dan mengalami kenaikan.

Kondisi itu disebut masih membantu Perumda Tirta Mahakam untuk mempertahankan operasional pelayanan air bersih. Namun, apabila hujan tidak segera turun dan debit air terus menyusut, pihaknya khawatir sejumlah intake akan semakin sulit dioperasikan.

“Ini hal-hal yang memang harus kita antisipasi, bagaimana upaya kita untuk tetap melanjutkan atau memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Suparno memastikan kondisi tersebut bukan disebabkan adanya kesengajaan dari Perumda Tirta Mahakam untuk mengurangi pelayanan kepada pelanggan. Penurunan debit yang terjadi lebih dipengaruhi kondisi air baku yang sedang surut.

Ia pun mengimbau masyarakat untuk mulai berhemat dalam menggunakan air dan menyiapkan tempat penampungan atau tandon di rumah. Langkah tersebut dinilai penting sebagai persediaan apabila sewaktu-waktu pelayanan air bersih mengalami gangguan akibat kondisi air baku.

“Tidak ada unsur kesengajaan PDAM untuk mengecilkan atau mengurangi layanan yang ada. Semata-mata memang kualitas air dan kondisi air baku yang memang kita ketahui sedang surut,” tegasnya.

Suparno menyebut wilayah Loa Kulu sebelumnya sudah sempat terdampak kondisi tersebut hingga pelayanan air bersih tidak beroperasi secara kontinu.

Selain itu, Kecamatan Anggana dan Sanga-Sanga menjadi wilayah yang turut mendapat perhatian karena kondisi sungai di kawasan tersebut berpotensi dipengaruhi intrusi air laut.

Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, Perumda Tirta Mahakam terus memantau kondisi air baku sekaligus mengingatkan pelanggan agar tidak menggunakan air secara berlebihan.

“Kami sangat mengharapkan kembali agar masyarakat menampung air di rumah masing-masing. Kemudian bijaklah atau berhematlah dalam menggunakan air yang sudah ada di rumah,” pungkasnya.

Ara

Rekomendasi

Pasang Iklan di sini