Tekan Enter untuk mencari

Kasus Dugaan Keracunan MBG di Sebulu, Operasional SPPG Dihentikan Sementara

Akupedia.id, Tenggarong – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) masih menyelidiki dugaan keracunan yang diduga berkaitan dengan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Sebulu. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kukar mengirim sampel makanan ke Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sebulu Ulu dihentikan sementara.

Kepala Dinkes Kukar Ismi Mufiddah mengatakan, hingga Selasa (4/8/2026) sore, tercatat 85 orang mengalami gejala setelah mengonsumsi makanan MBG. Sebanyak 82 orang menjalani rawat jalan, sedangkan tiga lainnya sempat dirawat inap dan kini dilaporkan membaik.

“Pasien pertama datang sekitar pukul 09.14 WITA. Setelah itu terus berdatangan hingga sore. Seluruh pasien dapat ditangani dan tidak ada kondisi yang mengkhawatirkan,” kata Ismi.

Menurutnya, para pasien mengalami keluhan yang hampir sama, seperti pusing, mual, dan muntah. Gejala muncul sekitar satu hingga satu setengah jam setelah mengonsumsi makanan.

Meski demikian, Dinkes belum menyimpulkan penyebab kejadian tersebut. Dua paket menu makanan telah diamankan dan dikirim ke BPOM untuk diuji di laboratorium. Hasil pemeriksaan diperkirakan keluar dalam waktu sekitar dua pekan.

Selain menguji sampel makanan, Dinkes juga melakukan penyelidikan epidemiologi di dapur SPPG Sebulu Ulu. Pemeriksaan meliputi bahan baku, proses memasak, penyimpanan hingga distribusi makanan kepada penerima manfaat.

Data Dinkes mencatat makanan dari SPPG Sebulu Ulu didistribusikan kepada 1.834 penerima manfaat di 10 sekolah dan enam posyandu. Penerima manfaat di posyandu terdiri dari ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

Sementara itu, Kepala SPPG Sebulu Ulu Rahmatullah Ananda Putra mengatakan operasional dapur MBG dihentikan sementara hingga investigasi selesai.

“Hari ini kami tidak operasional. Kemungkinan beberapa hari ke depan juga belum beroperasi sambil menunggu hasil pendalaman lebih lanjut,” ujarnya.

Putra menyebut seluruh makanan telah melalui prosedur pemeriksaan sesuai standar operasional. Bahan baku juga dipasok setiap hari dari pemasok lokal sehingga tidak disimpan dalam waktu lama.

Pemerintah Kabupaten Kukar menyatakan investigasi akan berlanjut hingga hasil uji laboratorium BPOM dan penyelidikan epidemiologi selesai. Hasil tersebut akan menjadi dasar untuk memastikan penyebab kejadian sekaligus mengevaluasi pelaksanaan Program MBG di Kecamatan Sebulu.

Ara

Rekomendasi

Pasang Iklan di sini