Akupedia.id, Tenggarong – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) memastikan penanganan terhadap puluhan penerima Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diduga mengalami keracunan di Kecamatan Sebulu terus dilakukan. Tim Satuan Tugas (Satgas) MBG bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) masih bersiaga untuk memantau kondisi para korban sekaligus menelusuri penyebab kejadian tersebut.
Koordinator Satgas MBG Kukar, Sunggono, menyampaikan bahwa hingga Senin (3/8/2026) malam pihaknya masih melakukan pendataan terhadap seluruh penerima manfaat yang terdampak. Selain memastikan kondisi kesehatan korban, tim juga mengumpulkan berbagai data sebagai bahan evaluasi dan penyelidikan.
“Sampai saat ini jajaran masih melengkapi data dan memantau secara langsung kondisi yang terdampak di lapangan,” ujarnya saat dikonfirmasi melalui telepon.
Menurut Sunggono, proses pendataan dilakukan bersamaan dengan pengambilan sampel makanan yang diduga menjadi penyebab para penerima MBG mengalami keluhan kesehatan. Pemerintah juga menunggu hasil pemeriksaan medis dari Puskesmas Sebulu I dan Dinas Kesehatan sebelum menyimpulkan penyebab insiden tersebut.
Karena itu, ia meminta masyarakat tidak berspekulasi mengenai penyebab kejadian hingga hasil pemeriksaan selesai dilakukan.
“Kami masih mengumpulkan seluruh data, termasuk hasil pemeriksaan dan sampel makanan. Nanti setelah semuanya lengkap akan kami sampaikan secara resmi,” katanya.
Ia memastikan Satgas MBG bersama tenaga kesehatan tetap bersiaga selama 24 jam di Puskesmas Sebulu I untuk memberikan pelayanan apabila masih ada warga yang mengalami keluhan setelah mengonsumsi makanan dari program tersebut.
“Kami standby 24 jam di puskesmas. Apabila masih ada yang merasakan keluhan atau membutuhkan penanganan, silakan segera datang atau sampaikan kepada tim kami,” ujarnya.
Sunggono juga mengimbau para orang tua murid agar tidak panik. Menurutnya, pemerintah daerah terus memantau perkembangan kondisi para korban dan memastikan seluruh pasien mendapatkan penanganan medis yang diperlukan.
“Kami meminta agar orang tua tidak khawatir karena kami standby 24 jam. Jika masih ada keluhan, silakan datangi tim kami di Puskesmas Sebulu I,” katanya.
Ia menambahkan, kejadian ini akan menjadi bahan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di Kukar. Meski demikian, pemerintah daerah tetap berkomitmen mendukung program strategis nasional tersebut dengan mengedepankan aspek keamanan dan kualitas makanan yang disajikan kepada para penerima manfaat.
“Sampai malam ini kami berusaha melengkapi seluruh data. Insya Allah setelah semuanya lengkap akan kami sampaikan secara resmi kepada masyarakat,” tutupnya.
Penulis: Aulia Rahmatul Azizah





