Tekan Enter untuk mencari

Tak Ingin Pembangunan Terhenti, DPRD Kukar Evaluasi Pinjaman Daerah dan Pastikan Erau Berjalan

Foto: Suasana saat pembukaan Festival Erau Adat Kutai tahun 2025.

Akupedia.id, Tenggarong — Di tengah tekanan fiskal yang dihadapi Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kukar memastikan Festival Erau Adat Kutai 2026 tetap akan dilaksanakan.

Di sisi lain, legislatif tengah menyiapkan evaluasi terhadap pinjaman daerah sebagai upaya menjaga ruang fiskal agar pembangunan dan program prioritas tetap berjalan.

Ketua DPRD Kukar, Ahmad Yani, menyampaikan Festival Erau merupakan agenda budaya yang menjadi identitas daerah sekaligus memiliki dampak terhadap sektor pariwisata dan perekonomian masyarakat. Karena itu, pelaksanaannya tetap menjadi prioritas meski kondisi keuangan daerah belum sepenuhnya pulih.

“Tahun 2026, kegiatan-kegiatan yang menjadi ciri khas daerah, kemudian adat istiadat, yang bisa membangkitkan wisata dan meningkatkan pendapatan asli daerah, itu harus tetap dilaksanakan,” ujarnya, Kamis (2/7/2026).

Menurut Ahmad Yani, DPRD saat ini juga memberi perhatian serius terhadap kondisi fiskal daerah, terutama beban pinjaman jangka pendek yang dinilai membatasi ruang gerak pemerintah dalam menjalankan pembangunan.

Ia mengatakan, pihaknya berencana mengevaluasi sekaligus meregulasi kembali skema pinjaman daerah tersebut. Salah satu opsi yang akan dikaji adalah mengubah pinjaman jangka pendek menjadi jangka menengah agar beban pelunasan tidak seluruhnya bertumpu pada anggaran tahun 2026.

“Problemnya ada pada pinjaman daerah jangka pendek. Daerah jadi tidak punya napas untuk membangun karena harus melunasi utang. Ini yang sedang kami kaji agar beban pelunasannya tidak menumpuk di tahun 2026,” katanya.

Menurutnya, penyesuaian skema pinjaman menjadi penting agar pemerintah daerah tetap memiliki kemampuan membiayai berbagai program yang telah direncanakan. Ia menegaskan, pembangunan infrastruktur maupun kegiatan yang telah dianggarkan tidak boleh terhenti akibat tekanan fiskal.

“Masyarakat juga harus hidup, perekonomian harus tumbuh, infrastruktur juga harus dibangun. Karena itu kami sedang mencari solusi terbaik terkait pinjaman daerah,” tegasnya.

Selain memastikan pembangunan tetap berjalan, Ahmad Yani berharap evaluasi tersebut juga menjadi jalan keluar agar seluruh program yang telah dialokasikan dalam APBD 2026, termasuk Festival Erau Adat Kutai, dapat terlaksana sesuai rencana tanpa mengganggu stabilitas keuangan daerah.

Penulis: Aulia Rahmatul Azizah

Rekomendasi

Pasang Iklan di sini