Tekan Enter untuk mencari

Atasi Kekosongan Dokter di Tabang dan Muara Wis, Bupati Kukar Gandeng IDI Rumuskan Kebijakan Khusus

Foto: Bupati Aulia Rahman Basri saat menghadiri pelantikan Pengurus IDI Cabang Kutai Kartanegara.

Akupedia.id, Tenggarong – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) memperkuat sinergi dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kutai Kartanegara untuk mengatasi persoalan pemerataan tenaga dokter, terutama di wilayah yang masih mengalami kekosongan tenaga medis.

Langkah tersebut disampaikan Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, usai menghadiri pelantikan Pengurus IDI Cabang Kukar yang dirangkaikan dengan kegiatan bakti sosial di Pendopo Odah Etam, Tenggarong, Minggu (28/6/2026).

Menurutnya, saat ini masih terdapat dua puskesmas yang belum memiliki dokter, yakni Puskesmas Tabang dan Puskesmas Muara Wis. Kekosongan itu terjadi setelah dokter yang sebelumnya bertugas memasuki masa pensiun.

“Memang hari ini ada dua puskesmas kita yang kekosongan dokter, yaitu di Tabang dan Muara Wis,” ujarnya.

Karena itu, lanjut Aulia, Pemkab Kukar bersama IDI akan merumuskan berbagai kebijakan, seperti menjamin kesejahteraan dokter agar dapat mendorong lebih banyak dokter yang bersedia bertugas di seluruh wilayah Kukar, termasuk daerah yang selama ini sulit dijangkau.

“Harapan kita dengan sinergi yang baik antara pemerintah daerah dan IDI, kita bisa merumuskan kebijakan sehingga para dokter ini mau bertugas di seluruh daerah di Kabupaten Kutai Kartanegara,” ujar Aulia.

Ia berharap melalui kolaborasi tersebut, seluruh fasilitas layanan kesehatan di 20 kecamatan dapat terpenuhi kebutuhan tenaga dokternya sehingga tidak ada lagi puskesmas yang mengalami kekosongan.

Sementara itu, Ketua IDI Kukar, Arif Risdianto, menegaskan pihaknya siap bersinergi dengan Pemkab Kukar dalam memenuhi kebutuhan tenaga dokter di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan (faskes) di Kukar.

Menurutnya, IDI Kukar telah menjalin kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi sebagai upaya menyiapkan tenaga dokter baru yang nantinya dapat ditempatkan di wilayah yang masih mengalami kekosongan.

“Kalau dari IDI Kukar kami siap bekerja sama, khususnya terkait kebutuhan dokter. Kami juga sudah menjalin kerja sama dengan beberapa universitas dan harapannya nanti akan datang dokter-dokter baru yang siap ditempatkan di kedua puskesmas tersebut,” ujar Arif.

Selain itu, IDI Kukar bersama Pemkab Kukar juga telah menyusun pemetaan kebutuhan tenaga medis di seluruh wilayah. Pemetaan tersebut mencakup daerah yang masih kekurangan dokter, termasuk kebutuhan dokter spesialis yang belum terpenuhi.

“Untuk pemetaan atau roadmap-nya kami sudah berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten, mulai dari daerah mana yang masih kosong hingga kebutuhan dokter spesialis yang masih kurang di Kabupaten Kutai Kartanegara,” jelasnya.

Arif menambahkan, dukungan pemerintah daerah menjadi faktor penting dalam upaya pemerataan tenaga kesehatan. Menurutnya, pembiayaan untuk pemenuhan kebutuhan dokter telah didukung sepenuhnya oleh Pemkab Kukar.

“Mudah-mudahan dalam waktu yang tidak terlalu lama akan ada dokter-dokter baru yang berasal dari kerja sama dengan dua hingga tiga universitas yang sudah terjalin,” tutupnya.

Melalui kerjasama ini, pemerintah daerah berharap seluruh masyarakat Kukar dapat mendapatkan pelayanan kesehatan yang maksimal.

Penulis: Aulia Rahmatul Azizah

Rekomendasi

Pasang Iklan di sini