Akupedia.id, Tenggarong – Geliat baru UMKM di Kutai Kartanegara (Kukar) mulai terlihat dalam Musyawarah Anak Cabang (Musancab) PDI Perjuangan Kukar yang digelar di Gedung Puteri Karang Melenu (PKM) pada Sabtu (25/4/2026). Di tengah agenda politik dan konsolidasi kader, muncul ruang yang menunjukkan arah baru pengembangan ekonomi lokal—khususnya dari tangan anak muda.
Sejumlah produk dengan sentuhan kreatif dipamerkan. Tidak lagi didominasi sektor kuliner, kini mulai bermunculan karya-karya lifestyle yang menonjolkan identitas dan karakter.
Salah satu yang mencuri perhatian adalah Flex In Club, komunitas kreatif yang menghadirkan konsep retro dalam setiap produknya.
Fenomena ini mencerminkan pergeseran arah UMKM di Kukar. Anak muda tidak lagi terpaku pada sektor konvensional, tetapi mulai berani masuk ke ranah lifestyle, sektor yang menggabungkan kreativitas, tren, dan nilai estetika.
Wakil Bupati Kukar, Rendi Solihin, yang juga menjabat Ketua DPC PDI Perjuangan Kukar, menilai langkah ini sebagai bagian dari upaya mendorong UMKM naik kelas. Ia melihat langsung bagaimana potensi anak muda mampu membawa wajah baru bagi ekonomi daerah.
“Anak-anak muda kita sudah mulai berani tampil dengan identitas dan kreativitasnya,” ujarnya.
Menurutnya, pengembangan UMKM ke depan tidak cukup hanya mengandalkan sektor yang sudah mapan. Diperlukan keberanian untuk berinovasi dan membuka ruang baru, termasuk di sektor lifestyle yang kini mulai dilirik.
Pemerintah daerah pun mulai mengarahkan dukungan ke sektor tersebut. Jika sebelumnya fokus pada kuliner, kini pendekatan diperluas untuk mendorong lahirnya brand lokal dengan nilai kreatif yang kuat. Kegiatan seperti Musancab pun tidak lagi sekadar forum organisasi, tetapi juga menjadi wadah promosi dan kolaborasi.
Bagi Flex In Club, kehadiran mereka menjadi bagian dari upaya menunjukkan bahwa anak muda Kukar mampu menciptakan produk dengan identitas sendiri. Tidak hanya menjual barang, tetapi juga menawarkan gaya dan cerita di baliknya.
Geliat ini menjadi sinyal bahwa UMKM di Kukar tengah bergerak menuju fase yang lebih dinamis. Dengan dukungan yang tepat, sektor ini berpotensi berkembang tidak hanya dari sisi ekonomi, tetapi juga sebagai representasi identitas daerah.
Ke depan, Kukar berpeluang dikenal bukan hanya dari sektor tradisional, tetapi juga sebagai pusat tumbuhnya brand lifestyle berbasis kreativitas anak muda. UMKM pun tidak lagi sekadar usaha, melainkan bagian dari ekspresi dan kebanggaan lokal.
Penulis: Aulia Rahmatul Azizah





