Prof Arief Hidayat Resmi Kukuhkan DPC PA-GMNI se-Kaltim

Foto: Suasana pemberian cinderamata bersama Gubernur Kaltim H Isran Noor.

Portalborneo.or.id, Samarinda – Ketua Umum DPP Pengurus Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA-GMNI) Prof.Arief Hidayat resmi kukuhkan DPC PA-GMNI se-Kalimantan Timur (Kaltim) masa bakti 2023-2028.

Ketua DPD PA-GMNI Kaltim Misheldy Zahri menyebutkan, hari ini telah dilantik pengurus cabang alumni GMNI se-Kaltim diantaranya 9 wilayah dari 10 Kabupaten/Kota yang ada, yakni Berau, Bontang, Kutai Timur, Kutai Barat, Samarinda, Balikpapan, Penajam Paser Utara, serta Kutai Kartanegara.

Dalam kesempatannya, Ketua Mahkamah Konstitusi 2015-2017 Prof Arief Hidayat menegaskan, Indonesia sekarang ini mendapatkan gempuran dari banyak ideologi asing yang mana tidak sesuai dengan ideologi negara. Karenanya menjadi harapan besar bahwa PA-GMNI bisa menjadi tulang punggung penyangga NKRI berdasarkan Pancasila.

Baca juga  DPRD Kaltim Tekankan CSR Tambang untuk RLH

“Sampai kapan pun Indonesia berjalan harus dengan ideologi Pancasila, itu sejalan dengan bapa ideologis GMNI, Soekarno. Jika tidak, ideologi lain pasti akan menggerus ideologi pancasila. Saya harap itu tidak terjadi,” tegas Prof Arief Hidayat di Aula Rumah Jabatan Gubernur Kaltim, Jumat (26/5/2023) malam.

Menjadi harapan khusus juga bahwa, Kaltim sebagai wilayah Ibukota Nusantara (IKN) tentu harus merubah mainset dari sebelumnya mengganggap Indonesia adalah Jawa Sentris menjadi Indonesia Sentris.

“Ini salah satu tantangan. Karena itu mari dengan ideologi Pancasila kita wujudkan tujuan negara yang ada di Alenia ke empat pembukaan UUD 1945 menuju Indonesia adil, makmur, gotong-royong, toleransi dan persatuan,” tandasnya.

Baca juga  Pemilik Warung di Samarinda Didenda 2 Juta Rupiah karena Jualan Minuman Keras

Sementara itu, Ketua DPD PA-GMNI Kaltim Misheldy Zahri menerangkan jika pelantikan DPC PA-GMNI juga untuk menunjukan ke kader lainnya yang ada di Kaltim bahwa alumni GMNI sedang merapatkan barisan dan bersiap mendistribusikan kader terbaik dengan cara gotong-royong untuk bisa menyuarakan rasa persatuan dan kesatuan nasionalisme yang hari ini semakin mengikis.

“Intoleransi hari ini harus kita lawan dan radikalisme yang tentu kita sepakat untuk dihilangkan,” kata Misheldy.

Hal ini juga berkaitan dengan penetapan Kaltim sebagai ibu kota negara. Sehingga alumni harus menjadi garda terdepan
memperjuangkan agar IKN benar benar bisa terwujud, sehingga pemerataan keadilan yang selama ini di dengungkan benar bisa direalisasi.

Baca juga  PDIP Kaltim Selaraskan Langkah Memenagkan Ganjar Pranowo Sebagai Presiden

Setelah pelantikan hari ini, Misheldy mengatakan pihaknya akan fokus melakukan penataan GMNI di setiap Kabupaten/Kota se-Kaltim. Karena ada beberapa alumni yang datang dari luar daerah namun kemudian tidak terdata, membuat kesulitan terbangunnya komunikasi persamaan gerakan.

“Kedepan para pengurus di pastikan akan memasang palang PA-GMNI Kabupaten/Kota masing masing, kemudian membuka ruang diskusi sehingga yang tadinya tercecer, bisa bersama dan tidak seolah terlupakan,” kata Misheldy.

“Termasuk juga masifkan program penguatan ideologi Pancasila. Kami punya kerja penguatan ideologi Pancasila termasuk program penguatan publik GMNI,” tandasnya.

(Tim Redaksi Portalborneo.or.id/Frisca)

Berita Lainnya

© Copyright 2022 - 2023 Akupedia.id, All Rights Reserved