Akupedia.id, Tenggarong – Sebanyak 35 pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) resmi dilantik oleh Bupati Aulia Rahman Basri di Pendopo Odah Etam, Tenggarong, Jumat (6/11/2026) sore.
Pejabat yang dilantik terdiri dari tiga Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP), lima pejabat administrator, serta 27 pejabat pengawas.
Dalam kesempatan itu, Aulia meminta seluruh pejabat yang baru dilantik termasuk seluruh aparatur tidak hanya berfokus pada pelaksanaan program dan tugas administratif, tetapi juga memperbaiki komunikasi pemerintah dengan masyarakat.
Hal itu menjadi perhatian setelah hasil survei terakhir menunjukkan tingkat kepuasan masyarakat terhadap Pemkab Kukar berada di angka 64 persen.
Ia menjelaskan, masyarakat sebenarnya memahami bahwa sejumlah program dalam visi Kukar Idaman Terbaik belum sepenuhnya terlaksana. Keterbatasan kemampuan keuangan daerah juga menjadi salah satu hal yang dipahami masyarakat.
“Masyarakat memahami bahwa hari ini terdapat keterbatasan pembiayaan dari pemerintah daerah dalam melaksanakan visi-misi tersebut,” katanya.
Namun, kata Aulia, persoalan yang ditemukan justru terletak pada komunikasi pemerintah dalam menjelaskan kondisi tersebut.
Menurutnya, masyarakat dinilai belum mendapatkan informasi yang cukup mengenai berbagai kendala yang menyebabkan program belum dapat direalisasikan secara maksimal.
“Akan tetapi, yang digarisbawahi oleh masyarakat adalah aparatur pemerintah tidak menampakkan diri, tidak melakukan komunikasi yang baik terkait dengan kendala-kendala yang kita alami,” ungkapnya.
Aulia menegaskan, kondisi tersebut harus menjadi perhatian seluruh pejabat. Pemerintah perlu membangun narasi yang sesuai dengan keadaan sebenarnya agar masyarakat mengetahui apa yang sedang dikerjakan sekaligus memahami keterbatasan yang dihadapi daerah.
“Nah, narasi-narasi seperti inilah yang menurut saya harus kita bangun, yang harus tersampaikan kepada masyarakat tentang kondisi yang kita alami hari ini,” lanjutnya.
Aulia juga menyoroti citra pemerintah daerah atau government branding yang dinilainya masih lemah. Ia mengingatkan bahwa penilaian masyarakat terhadap pemerintah tidak hanya ditentukan oleh kebijakan yang dibuat, tetapi juga bagaimana aparatur menjalankan tugas dan menunjukkan kehadirannya di tengah masyarakat.
Karena itu, ia meminta para pejabat lebih terbuka dalam menyampaikan informasi, termasuk melalui media. Menurutnya, hubungan pemerintah dengan wartawan seharusnya dibangun secara baik, bukan justru dihindari ketika ada persoalan yang perlu dijelaskan kepada publik.
“Harus media friendly. Bapak-Ibu hari ini bukan zamannya lagi untuk menghindari kawan-kawan wartawan. Bernarasi dengan baik. Narasi akan baik kalau kita punya data dengan baik,” tegasnya.
Ia menambahkan, masyarakat saat ini bisa melihat dan menilai hampir seluruh aktivitas pemerintah. Dengan kondisi tersebut, setiap aparatur harus memahami bahwa tindakan mereka akan menjadi bagian dari gambaran kinerja pemerintah daerah secara keseluruhan.
“Masyarakat hari ini melihat kita bagaikan sebuah akuarium. Semua nampak. Nah, apa yang bisa kita tutup-tutupi hari ini? Kita mau berkelit bagaimanapun, tidak bisa,” ujarnya.
Aulia juga secara khusus mengingatkan jajaran unit pelaksana teknis (UPT) dan aparatur yang bersinggungan langsung dengan masyarakat agar memperhatikan kualitas pelayanan. Sebab, pengalaman masyarakat ketika berhadapan dengan aparatur di lapangan akan memengaruhi penilaian terhadap pemerintah daerah.
“Bernarasi dengan baik, buat pelayanan dengan baik. Karena sekali lagi inilah citra pemerintah daerah Kabupaten Kutai Kartanegara. Orang menilai kami, Aulia Rahman Basri di era kepemimpinan ini, bukan tidak tanggung kami secara pribadi saja, akan tetapi bagaimana Bapak-Ibu sekalian bertindak tangguh di lapangan,” jelasnya.
Di sisi lain, Aulia meminta para pejabat segera menyesuaikan diri dengan tanggung jawab masing-masing, terlebih pemerintah daerah tengah memasuki tahapan finalisasi penyusunan anggaran 2027.
Ia berharap kemampuan dan kepekaan setiap pejabat dapat digunakan untuk menyusun program yang sesuai dengan tugas pokok dan fungsi serta arah pembangunan dalam visi Kukar Idaman Terbaik.
Menurutnya, perencanaan harus dilakukan secara cermat dengan mempertimbangkan kondisi keuangan daerah. Dengan begitu, program yang disusun tetap memiliki arah dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat meskipun pemerintah menghadapi keterbatasan pembiayaan.
Menutup arahannya, Aulia berharap para pejabat yang baru dilantik mampu membangun komunikasi, beradaptasi dengan lingkungan kerja, serta memperkuat kerja sama antarsesama aparatur.
Ia juga berharap seluruh jajaran pemerintah daerah dapat membuktikan bahwa keterbatasan anggaran bukan berarti pelayanan kepada masyarakat harus ikut menurun.
“Sehingga masyarakat bisa menilai bahwa Pemerintah Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara di tengah seluruh keterbatasannya, itu masih bisa memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat,” pungkasnya. (Adv/DIskominfo Kukar)
Penulis: Aulia Rahmatul Azizah
Editor: Aditya Lesmana





