Akupedia.id, Tenggarong – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih menyelimuti Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menjadi perhatian Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).
Anggota Komisi IV DPRD Kukar, Akbar Haka, mendorong agar pembelajaran jarak jauh (PJJ) diperpanjang untuk melindungi peserta didik dari risiko gangguan kesehatan akibat paparan asap.
Akbar menilai, kondisi udara yang belum membaik berpotensi membahayakan kesehatan, terutama bagi anak-anak yang harus beraktivitas di luar ruangan. Karena itu, kebijakan pembelajaran perlu mempertimbangkan kondisi lingkungan dan risiko penyakit yang menyerang saluran pernapasan.
“Artinya harus diperpanjang, karena berbahaya untuk teman-teman yang beraktivitas di luar ruangan, terutama anak didik kita,” kata Akbar, Senin (12/10/2026).
Menurutnya, penanganan karhutla tidak bisa hanya berfokus pada dampak yang dirasakan masyarakat, tetapi harus disertai langkah mitigasi yang serius dan terukur dari pemerintah.
Upaya tersebut juga perlu dilakukan secara berjenjang, mulai dari tingkat kabupaten hingga kecamatan dan kelurahan, sesuai kondisi wilayah masing-masing.
Akbar mengatakan, dalam pembahasan bersama sejumlah pihak, penanganan karhutla dinilai perlu dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan pemerintah di setiap tingkatan.
Langkah di tingkat lokal juga dinilai sangat penting agar penanganan dapat menyesuaikan dengan titik rawan kebakaran dan kondisi masyarakat terdampak.
Ia juga menyoroti munculnya penggalangan donasi oleh unsur pemerintah untuk membantu penanganan dampak karhutla.
Menurutnya, kegiatan donasi lebih tepat dilakukan oleh komunitas atau masyarakat, sedangkan pemerintah perlu mengambil peran utama melalui kebijakan, dukungan anggaran, serta langkah penanganan berskala besar.
“Kalau donasi itu cukup dilakukan oleh teman-teman komunitas. Sedangkan untuk pemerintah sendiri, harusnya mulai memitigasi dalam hal yang cukup besar, langkah apa yang diambil,” tegasnya.
Akbar menilai, persoalan karhutla membutuhkan keseriusan karena dampaknya tidak hanya dirasakan masyarakat di sekitar lokasi kebakaran, tetapi juga dapat meluas hingga ke wilayah lain. Karena itu, pemerintah perlu memperkuat pencegahan, penanganan titik api, serta perlindungan terhadap masyarakat selama kabut asap masih terjadi.
Ia berharap penanganan karhutla di Kukar dilakukan secara lebih masif dan terkoordinasi.
“Memang menurut saya penanganannya memang harus cukup masif dan serius untuk masalah karhutla yang terjadi hari ini,” katanya
Di sisi lain, perlindungan terhadap peserta didik perlu menjadi pertimbangan penting dalam menentukan kelanjutan pembelajaran tatap muka maupun PJJ.
Menurutnya, keputusan memperpanjang PJJ harus mempertimbangkan kondisi kualitas udara dan potensi gangguan kesehatan, sehingga keselamatan siswa tetap menjadi prioritas selama kabut asap belum mereda.
“Terutama dengan PJJ harus diperpanjang karena berbahaya untuk teman-teman yang beraktivitas di luar ruangan terutama anak didik kita,” pungkasnya. (Adv/Ara)





