Tekan Enter untuk mencari

Korban Kebakaran Kelurahan Melayu Bertambah Jadi 73 KK, Kebutuhan Bantuan Mulai Dipetakan

Foto: Plt Camat Tenggarong, Isnaniah.

Akupedia.id, Tenggarong – Data terbaru korban kebakaran di RT 33, Kelurahan Melayu, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), terus diperbarui guna memastikan seluruh korban terakomodir.

Hingga Rabu (7/10/2026), tercatat sebanyak 73 Kepala Keluarga (KK) atau 218 jiwa terdampak akibat kebakaran yang terjadi di kawasan tersebut.

Lurah Melayu, Muhammad Hafidz, mengatakan jumlah tersebut bertambah tiga KK dibandingkan data sebelumnya yang tercatat sebanyak 70 KK.

“Hari ini jumlah KK terdampak dari korban kebakaran itu 73 dengan korban 218 orang,” kata Hafidz, Rabu (7/10/2026).

Menurutnya, penambahan data terjadi setelah pihak kelurahan kembali melakukan pendataan terhadap warga terdampak yang sebelumnya belum terlaporkan. Meski masih membuka kemungkinan adanya pembaruan, Hafidz memperkirakan data saat ini sudah mendekati angka final.

“Kami bisa pastikan 98 persen data itu insyaallah fixed. Tapi kami selalu membuka updating data, mana tahu nantinya ada lagi warga yang belum terdata,” ujarnya.

Plt Camat Tenggarong, Isnaniah, membenarkan adanya penambahan jumlah KK tersebut. Ia menyebut banyaknya rumah sewaan di kawasan terdampak menjadi salah satu faktor yang membuat pendataan membutuhkan pembaruan.

“Selisih dari tadi malam ada penambahan tiga KK, dari 70 ke 73. Alhamdulillah masih bisa terdeteksi yang tidak melapor,” kata Isnaniah.

Seiring bertambahnya data korban, penyaluran bantuan logistik juga terus dilakukan. Kelurahan Melayu menggunakan data 73 KK tersebut sebagai dasar pembagian bantuan kepada warga terdampak.

Hafidz mengatakan setiap KK mendapatkan satu paket bantuan yang disalurkan melalui posko Kelurahan Melayu di Jalan Am. Alimuddin.

Penyaluran telah dilakukan beberapa kali dan akan terus berjalan selama bantuan dari masyarakat maupun lembaga lain masih berdatangan.

“Kami akan tetap selalu menyalurkan terus. Karena ini dari masyarakat untuk masyarakat, kami hanya memfasilitasi,” katanya.

Sementara itu, Isnaniah menyebut bantuan yang paling banyak diterima sejauh ini berupa kebutuhan pokok, seperti beras, telur, minuman dan air mineral.

Namun, sejumlah kebutuhan khusus masih diperlukan warga. Di antaranya pakaian dalam, popok untuk balita dan perlengkapan salat.

“Yang pasti saat ini yang dibutuhkan itu underwear, pampers untuk balita dan perlengkapan salat,” ujarnya.

Selain kebutuhan sehari-hari, warga juga membutuhkan perlengkapan untuk memasak. Peralatan seperti kompor, tabung gas, peralatan dapur dan alat memasak diharapkan dapat dipenuhi melalui bantuan Dinas Sosial Kukar.

Isnaniah mengatakan pihaknya telah menyerahkan data terbaru kepada Dinas Sosial sebagai dasar untuk menentukan bantuan lanjutan bagi korban.

“Kemungkinan besar nanti Dinas Sosial akan meluncurkan bantuan besok kalau sudah menerima data fix dari saya,” jelasnya.

Untuk kebutuhan makan, pemerintah masih mengoperasikan dapur umum di lokasi. Sejauh ini kebutuhan makanan disebut masih tercukupi, ditambah adanya bantuan makanan dari keluarga maupun donatur.

Meski demikian, tidak seluruh korban mengandalkan dapur umum karena sebagian warga memilih tinggal bersama keluarga atau mendapatkan kiriman makanan dari kerabat.

Pemerintah kecamatan dan kelurahan pun berharap bantuan yang masuk selanjutnya dapat disalurkan lebih tepat sasaran dan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing keluarga terdampak. (Adv/Ara)

Rekomendasi

Pasang Iklan di sini