Tekan Enter untuk mencari

Air Bersih Warga Menamang Kiri Belum Tuntas, DPRD Kukar Kejar Komitmen Perusahaan

Foto: Rapat dengar pendapat Komisi I DPRD Kutai Kartanegara bersama pihak Desa Menamang Kiri dan Perusahaan terkait air bersih yang belum tuntas.

Akupedia.id, Tenggarong – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) kembali mendorong percepatan pemenuhan layanan air bersih bagi masyarakat Desa Menamang Kiri, Kecamatan Muara Kaman.

Dorongan tersebut dibahas dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) lanjutan Komisi I DPRD Kukar, Jumat (25/9/2026).

Rapat tersebut merupakan tindak lanjut dari RDP sebelumnya pada 4 Mei 2026, menyusul aduan masyarakat terkait minimnya akses air bersih di kawasan tersebut.

Anggota Komisi I DPRD Kukar, Desman Minang Endianto, mengatakan RDP lanjutan digelar karena tindak lanjut dari pembahasan sebelumnya dinilai belum menunjukkan progres yang diharapkan.

“Jadi urusan RDP hari ini adalah menindaklanjuti dari RDP sebelumnya sekitar tanggal 4 Mei 2026, di mana ada aduan masyarakat di kawasan Menamang Kiri terhadap urusan pelayanan air bersih yang tidak diperoleh sama sekali,” kata Desman.

Padahal, kata dia, di sekitar wilayah tersebut terdapat sejumlah perusahaan yang menjalankan aktivitas. Karena itu, DPRD mendorong perusahaan untuk berkolaborasi membantu penyediaan fasilitas air bersih bagi masyarakat, salah satunya melalui pembangunan sumur bor.

Dalam pembahasan sebelumnya, terdapat tiga perusahaan yang diharapkan terlibat dalam upaya penyediaan air bersih tersebut.

Namun, menurut Desman, terdapat satu perusahaan yang dinilai belum menunjukkan langkah konkret sehingga turut menghambat proses kolaborasi.

“Alhamdulillah hari ini, dari tiga perusahaan, satu perusahaan yang memang enggak hadir. Nanti kita akan sidak, kita akan catat, ketahui kenapa kok mereka itu beberapa kali RDP tidak datang,” ujarnya.

Desman mengatakan ketidakhadiran perusahaan tersebut akan menjadi perhatian DPRD. Terlebih, perusahaan tersebut disebut beberapa kali tidak menghadiri RDP dan hanya meminta hasil resume pembahasan tanpa menunjukkan tindak lanjut di lapangan.

Sementara itu, dua perusahaan lainnya diharapkan segera kembali berkoordinasi untuk mempercepat realisasi bantuan air bersih. DPRD menargetkan dalam waktu sekitar satu pekan sudah terdapat perkembangan maupun komunikasi lanjutan terkait pelaksanaan program tersebut.

“Kabar baiknya, perusahaan tiga ini akan segera berkoordinasi kembali untuk dalam waktu satu pekan, satu minggu ke depan ada hasil atau komunikasi terkait tindak lanjut pelaksanaan bantuan air bersih terhadap masyarakat tadi yang di kawasan Menamang Kiri,” jelasnya.

Penyediaan fasilitas air bersih tersebut akan dilakukan secara bertahap. Untuk tahap awal, perhatian diarahkan kepada masyarakat di kawasan RT 5 dan RT 6.

Namun, DPRD juga mendorong agar bantuan tidak berhenti pada dua wilayah tersebut. Desman mengatakan Kepala Desa Menamang Kiri berharap pemenuhan air bersih dapat dilakukan secara lebih merata bagi masyarakat desa.

Karena itu, perusahaan nantinya diminta berkoordinasi langsung dengan pemerintah desa untuk menentukan titik pembangunan sumur bor berdasarkan kebutuhan masyarakat di masing-masing RT.

“Perusahaan ke depan agar berkoordinasi langsung dengan kepala desa untuk memutuskan kira-kira di mana RT mana yang kira-kira harus dilaksanakan pembangunan sumur bor itu,” pungkasnya.

Ara

Rekomendasi

Pasang Iklan di sini