Tekan Enter untuk mencari

Luas Karhutla di Kukar Capai 1.304 Hektare, Pemkab Gandeng Pihak Swasta Percepat Penanganan

Foto: Rapat koordinasi kedua Tim Penanganan Karhutla Kabupaten Kutai Kartanegara.

Akupedia.id, Tenggarong – Luas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) hingga saat ini mencapai 1.304,58 hektare. Kondisi tersebut menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar, terlebih wilayah tersebut masih menghadapi kemarau panjang.

Hal itu disampaikan dalam rapat koordinasi kedua Tim Penanganan Karhutla Kabupaten Kukar yang digelar di Ruang Command Center Diskominfo Kukar, Selasa (1/9/2026).

Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar dalam paparannya menyebut, berdasarkan data BMKG, saat ini terdapat 144 titik api di wilayah Kukar. Namun, kondisi di lapangan menunjukkan terdapat 11 titik api yang masih dalam penanganan.

Adapun titik panas yang cukup tinggi terpantau di Desa Sabintulung dan Desa Bukit Jering, Kecamatan Muara Kaman. Selain itu, tim juga masih menghadapi sejumlah titik api yang sulit dijangkau karena berada di kawasan lahan gambut.

Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, mengatakan rapat koordinasi kedua tersebut merupakan tindak lanjut dari rakor sebelumnya. Pada rakor pertama, Pemkab Kukar mengidentifikasi berbagai kebutuhan mendesak tim di lapangan, terutama terkait permakanan, logistik, dan bahan bakar minyak (BBM).

“Kebutuhan yang mendesak adalah terkait dengan permakanan dan logistik BBM dan itu sudah bisa kita tangani. Dengan intervensi kita terhadap permakanan dan logistik BBM, kita bisa memadamkan api dengan cepat di Kutai Kartanegara,” kata Aulia.

Menurutnya, penanganan karhutla di Kukar saat ini telah memiliki pola kerja yang lebih cepat. Ketika ditemukan titik api yang masih kecil, tim di lapangan diharapkan dapat segera melakukan penanganan sebelum api meluas.

Aulia juga mengapresiasi keterlibatan seluruh pihak, baik Damkar, BPBD, TNI, Polri, relawan, hingga perusahaan yang selama ini bersama-sama melakukan pemadaman di lapangan.

“Kita sudah punya pola di Kabupaten Kutai Kartanegara. Ketika muncul titik api, tidak perlu besar, itu langsung bisa kita selesaikan,” ujarnya.

Namun, untuk mengoptimalkan penanganan, Pemkab Kukar kini memperkuat keterlibatan pihak swasta. Sebanyak 305 perusahaan di Kukar mengikuti rapat koordinasi tersebut secara daring.

Aulia mengatakan, perusahaan yang ada di setiap kecamatan akan dipetakan berdasarkan sumber daya yang dimiliki untuk mendukung penanganan karhutla. Mulai dari mobil tangki hingga kebutuhan logistik pemadaman akan diinventarisasi.

Menurut Aulia, perusahaan akan diklaster berdasarkan wilayah kecamatan. Dengan begitu, ketika terjadi titik api, sumber daya perusahaan yang berada di wilayah terdekat dapat segera digerakkan bersama tim tanggap cepat.

“Misalnya Kecamatan Sanga-Sanga, di sana ada badan usaha apa saja dan resource mereka untuk penanganan api, kekuatannya apa saja. Mereka punya mobil tangki berapa, kebutuhan logistik berapa, ini yang coba kita elaborasi dan kolaborasikan,” katanya.

Ia berharap seluruh sumber daya tersebut nantinya dapat terkoneksi dengan pos terpadu penanganan karhutla yang telah dibentuk hingga tingkat kecamatan.

“Ketika terjadi titik api di suatu tempat, tim tanggap cepat kita bisa bergerak ke sana dan resource kita sudah siap untuk proses penanganan api ini,” tuturnya.

Selain penanganan, Pemkab Kukar juga meminta upaya pencegahan diperkuat selama kemarau. Patroli di sejumlah titik yang dianggap rawan kebakaran diharapkan dapat dilakukan secara aktif untuk mencegah munculnya titik api baru.

Aulia juga menginstruksikan Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), camat, danramil, serta kapolsek untuk menggelar rapat koordinasi di tingkat kecamatan dengan melibatkan seluruh stakeholder, termasuk perusahaan.

Dalam rakor tersebut, perusahaan juga diminta aktif melakukan patroli, khususnya di wilayah IUP maupun HGU masing-masing. Pemkab Kukar juga mengingatkan masyarakat dan pekerja agar tidak membuang puntung rokok sembarangan yang berpotensi memicu kebakaran.

“Proses pencegahan tetap bisa dilaksanakan. Patroli-patroli teman-teman di titik-titik strategis yang memungkinkan terjadinya api juga kita harapkan bisa dilaksanakan dengan baik,” ucap Aulia.

Sementara itu, untuk titik api yang sulit dijangkau, salah satunya di wilayah Muara Leka, Pemkab Kukar telah berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Kalimantan Timur. Penanganan di lokasi tersebut kemungkinan membutuhkan dukungan water bombing agar pemadaman dapat dilakukan dari udara.

Pemkab Kukar juga meminta perusahaan yang memiliki kendaraan tangki maupun peralatan pendukung pemadaman agar dapat membantu apabila sewaktu-waktu dibutuhkan.

Lebih lanjut, Pemkab Kukar juga akan mengevaluasi perusahaan yang dinilai tidak aktif membantu pemadaman karhutla, termasuk perusahaan yang berada di wilayah IUP maupun HGU yang terbakar.

Aulia berharap, agar seluruh sumber daya yang tersedia dapat dimaksimalkan untuk menghadapi karhutla selama musim kemarau.

Penulis: Aulia Rahmatul Azizah

Rekomendasi

Pasang Iklan di sini