Akupedia.id, Tenggarong – Penerimaan pajak dan retribusi daerah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menunjukkan tren peningkatan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Bankaltimtara menilai capaian tersebut tidak lepas dari semakin masifnya penerapan digitalisasi transaksi keuangan daerah.
Hal itu disampaikan Direktur Bisnis dan Syariah Bankaltimtara, Muhammad Edwin, dalam kegiatan Launching Sistem SP2D Online Pemerintah Kabupaten Kukar di Pendopo Odah Etam, Tenggarong, Rabu (17/6/2026).
Berdasarkan data penerimaan yang masuk melalui seluruh kanal Bankaltimtara, realisasi penerimaan pajak daerah Kukar terus mengalami pertumbuhan sepanjang periode 2022 hingga 2025.
Pada tahun 2022, penerimaan pajak daerah tercatat sebesar Rp131,7 miliar, meningkat menjadi Rp142,2 miliar pada 2023, kemudian naik menjadi Rp165,8 miliar pada 2024, dan melonjak hingga Rp272,3 miliar pada 2025.
Menurut Edwin, secara keseluruhan penerimaan pajak daerah Kukar tumbuh dengan Compound Annual Growth Rate (CAGR) sebesar 27,39 persen selama tiga tahun terakhir.
“Ini membuktikan bahwa digitalisasi daerah sangat mendukung dan memberikan manfaat bagi kita semua melalui kolaborasi antara Bankaltimtara dan pemerintah daerah,” ujarnya.
Selain pajak daerah, penerimaan retribusi daerah juga menunjukkan perkembangan yang signifikan. Pada tahun 2022 penerimaan retribusi tercatat sebesar Rp4,8 miliar, meningkat menjadi Rp6,2 miliar pada 2023. Meski sempat turun menjadi Rp4,2 miliar pada 2024, angka tersebut melonjak drastis menjadi Rp361,2 miliar pada 2025.
Dari data tersebut, penerimaan retribusi daerah Kukar tercatat tumbuh hingga 321,26 persen sepanjang periode 2022-2025.
Edwin mengatakan, capaian tersebut menjadi indikator bahwa transformasi digital dalam pengelolaan transaksi pemerintah daerah tidak hanya memudahkan masyarakat dalam melakukan pembayaran, tetapi juga berkontribusi terhadap peningkatan pendapatan daerah, transparansi, serta penguatan tata kelola keuangan daerah.
“Data ini dapat menjadi bahan evaluasi dan diskusi bersama untuk memahami kondisi daerah kita serta melihat dampak positif dari digitalisasi yang telah diterapkan,” katanya.
Ke depan, Bankaltimtara berharap kolaborasi dengan pemerintah daerah terus diperkuat agar pengelolaan transaksi keuangan daerah dapat dilakukan secara lebih efektif, efisien, modern, dan akuntabel.
“Kami berharap pengelolaan transaksi keuangan daerah ke depan semakin efektif, efisien, dan modern sehingga mampu mendukung pembangunan daerah secara berkelanjutan,” tutup Edwin.
Penulis: Aulia Rahmatul Azizah





