Tekan Enter untuk mencari

Jalani Hukuman Hampir Satu Dekade, Rita Memilih Istirahat dari Dunia Politik

Foto: Mantan Bupati Kutai Kartanegara, Rita Widyasari.

Akupedia.id, Tenggarong – Usai menjalani hampir sembilan tahun masa hukuman penjara dalam kasus korupsi yang menjeratnya, mantan Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Rita Widyasari, memilih untuk beristirahat dari dunia politik.

Rita diketahui bebas pada Agustus 2025. Namun, dirinya baru kembali muncul di ruang publik melalui media sosial pada awal Juni 2026. Kemunculannya langsung menarik perhatian masyarakat dan memunculkan berbagai spekulasi mengenai langkah politiknya ke depan.

Di kolom komentar media sosial, banyak warga yang menyampaikan dukungan dan harapan agar Rita kembali berkiprah di dunia politik. Dukungan serupa juga terlihat saat ia pulang ke Tenggarong, Jumat (12/6/2026) malam.

Ratusan warga memadati sejumlah ruas jalan untuk menyambut kedatangannya. Antusiasme masyarakat menunjukkan bahwa sosok Rita masih memiliki tempat tersendiri di hati sebagian warga Kutai Kartanegara.

Namun, di tengah berbagai dukungan tersebut, Rita justru memilih untuk tidak membicarakan masa depan politiknya.

“Ah, saya no comment. Saya mau istirahat dulu,” ujarnya singkat.

Bagi Rita, hampir satu dekade yang dijalaninya di balik jeruji besi telah membuat banyak hal berubah. Ia mengaku kehilangan banyak momen bersama keluarga dan kerabat dekat yang tak sempat ditemuinya selama bertahun-tahun.

“Keluarga saya banyak yang sudah meninggal, saya nggak tahu. Karena saya terputus hubungan sama keluarga, nggak kontak sama keluarga. Pokoknya nggak tahu urusan berita-berita,” katanya.

Kini, setelah kembali menginjakkan kaki di tanah kelahirannya, Rita mengaku ingin memanfaatkan waktunya untuk beristirahat, berkumpul bersama keluarga, serta mengunjungi makam sanak saudara yang telah lebih dahulu berpulang.

Setelah hampir satu dekade jauh dari Tenggarong, kerinduan kepada keluarga dan kampung halaman tampaknya menjadi hal yang lebih ingin ia kejar dibandingkan panggung politik yang pernah membesarkan namanya.

Penulis: Aulia Rahmatul Azizah

Rekomendasi

Pasang Iklan di sini