Akupedia.id, Tenggarong – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Aulia Rahman Basri, menegaskan akan mengambil langkah tegas terhadap Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang dinilai tidak berkontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Aulia menyebut, seluruh BUMD seharusnya menjadi tulang punggung pendapatan daerah. Namun, dari hasil evaluasi sementara, masih terdapat BUMD dengan porsi belanja operasional dan pegawai yang terlalu besar, bahkan mencapai sekitar 70 persen dari pendapatan.
“BUMD yang sehat itu idealnya membagi komposisi, 30 persen untuk operasional dan pegawai, 30 persen untuk PAD, dan 30 persen untuk investasi,” ujarnya, Selasa (28/4/2026).
Menurutnya, tingginya belanja operasional tanpa diimbangi kontribusi ke daerah menjadi indikator tidak sehatnya kinerja perusahaan daerah. Bahkan, ia menilai kondisi tersebut berpotensi hanya menguntungkan internal perusahaan tanpa memberikan dampak signifikan bagi daerah.
“BUMD yang belanja operasionalnya tinggi, itu sama saja kami anggap tidak efektif. Ini yang akan kita evaluasi,” tegasnya.
Saat ini, pemerintah daerah bersama Sekretaris Daerah telah melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap seluruh BUMD. Hasil telaah terhadap empat BUMD di Kukar pun disebut telah berada di meja bupati untuk ditindaklanjuti.
Aulia memastikan, jika ditemukan BUMD yang tidak berjalan sesuai tujuan dan hanya membebani keuangan, maka pemerintah tidak akan ragu mengambil langkah “cut loss” atau mengganti manajemen dengan yang lebih profesional.
“Kalau hanya untuk memperkaya jajaran saja, segera kita cut loss dan ganti dengan yang lebih mau bekerja untuk daerah,” katanya.
Ia juga menjelaskan, mekanisme setoran PAD dari BUMD dilakukan berdasarkan keuntungan perusahaan. Pendapatan usaha masuk terlebih dahulu ke kas perusahaan, kemudian pada akhir tahun ditetapkan besaran laba yang disetorkan ke kas daerah melalui mekanisme rapat pemegang saham.
Pemerintah berharap, melalui langkah evaluasi ini, kinerja BUMD di Kukar dapat lebih optimal dan benar-benar memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan PAD.
Penulis: Aulia Rahmatul Azizah





