Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/akupedia/public_html/wp-content/plugins/elementor-pro/modules/dynamic-tags/tags/post-featured-image.php on line 39

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/akupedia/public_html/wp-content/plugins/elementor-pro/modules/dynamic-tags/tags/post-featured-image.php on line 39

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/akupedia/public_html/wp-content/plugins/elementor-pro/modules/dynamic-tags/tags/post-featured-image.php on line 39

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/akupedia/public_html/wp-content/plugins/elementor-pro/modules/dynamic-tags/tags/post-featured-image.php on line 39
8 Tips Puasa Tetap Lancar Bagi Penderita Maag

8 Tips Puasa Tetap Lancar Bagi Penderita Maag


Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/akupedia/public_html/wp-content/plugins/elementor-pro/modules/dynamic-tags/tags/post-featured-image.php on line 39

Portalborneo.or.id, Samarinda – Maag bukan menjadi penghalang agar penderitanya tidak menjalankan ibadah puasa di bulan suci Ramadan 2023/1444 H.

Ya, telat makan menjadi momok menakutkan, apalagi bagi penderita maag akut.

Mual, muntah, nyeri hingga perut begah menjadi sejumlah gejala kambuhnya maag.

Bagi Anda penderita maag, puasa tetap bisa dijalankan asalkan menjalankan pola hidup sehat dan mengikuti sejumlah tips berikut ini guna meminimalisir kambuhnya maag:

  1. Hindari Makan dalam Porsi Besar Sekaligus saat Berbuka

Makan dalam porsi besar saat berbuka puasa sangat tidak dianjurkan, terutama untuk penderita maag.

Alangkah lebih baik, minum air hangat atau teh manis hangat terlebih dulu agar membantu kadar gula dalam tubuh kembali normal.

Setelah itu, kamu dapat mulai mengonsumsi makanan pembuka seperti buah kurma atau kolak pisang secukupnya saja, dan dilanjutkan dengan makan nasi.

  1. Rutin Mengonsumsi Karbohidrat Kompleks

Mengonsumsi karbohidrat kompleks disarankan untuk kamu yang memiliki sakit maag.

Hal itu karena makanan yang mengandung karbohidrat kompleks dapat membuat kamu kenyang lebih lama.

Saat berbuka, gula darah akan naik perlahan, saat kenaikan ini, perut kamu akan tertolong dengan adanya karbohidrat yang dapat membuat kamu kenyang lebih lama.

Baca juga  Kunjungan DPRD Provinsi Kaltim ke BPK RI untuk Konsultasi atas Laporan Keuangan Tahun 2022

Karbohidrat kompleks merupakan karbohidrat yang lebih lambat dicerna dan mengandung kadar serat yang tinggi.

Beberapa contoh karbohidrat kompleks, antara lain kentang, pisang, beras merah, dan oatmeal.

  1. Hindari Beberapa Jenis Minuman

Penderita maag tidak boleh sembarangan mengonsumsi minuman saat berbuka dan sahur.

Sebab, ada beberapa minuman yang dapat menyebabkan gejala sakit maag kambuh, terutama, minuman dengan rasa asam seperti jeruk dan lemon.

Bukan hanya itu saja, minuman yang berkarbonasi seperti soda juga perlu kamu hindari untuk mencegah kambuhnya maag saat puasa.

Tidak cukup di situ saja, mengonsumsi kopi dan teh dalam jumlah berlebih sebaiknya juga dihindari karena kandungan kafein di dalamnya.

Kafein itu dapat merangsang kontraksi usus dan meningkatkan risiko mengalami diare atau nyeri perut.

  1. Hindari Beberapa Jenis Makanan

Selain minuman, kamu juga perlu menghindari makanan yang berpotensi membuat maag kambuh.

Makanan itu diantaranya yang memiliki rasa asam seperti tomat.

Selain itu, makanan yang mengandung gas seperti kol, sawi dan brokoli.

Begitu juga dengan makanan yang pedas dan berlemak, pasalnya makanan tersebut dapat menambah keluhan nyeri asam lambung.

Baca juga  Pemkot Beri Penghargaan Kepada Pelaku Taat Wajib Pajak Selama 2022

Sebaiknya, konsumsi makanan yang kaya akan serat agar saat sahur dan berbuka.

  1. Berhenti Merokok

Tips puasa yang aman untuk penderita sakit maag selanjutnya adalah dengan menghindari rokok.

Seperti yang sudah diketahui, saat seseorang mengisap tembakau dapat menyebabkan maag kambuh serta tukak lambung.

Pasalnya, rokok dapat meningkatkan risiko infeksi Helicobacter pylori yang merupakan penyebab sakit maag.

Bukan hanya itu saja, nikotin yang terdapat di dalam rokok juga dapat meningkatkan sekresi asam lambung serta motilitas lambung.

Jadi, sebaiknya mulai kurangi rokok saat bulan puasa ini, ya, agar maag kamu tidak kambuh lagi.

  1. Beri Jeda Waktu Sebelum Tidur

Saat puasa, kamu perlu memperhatikan jeda waktu setelah makan dan tidur.

Tidak dapat dipungkiri, saat perut terasa kenyang, kita akan mengantuk dan memutuskan untuk langsung tidur.

Namun, hal ini jangan dibiasakan, ya, khususnya buat kamu yang memiliki riwayat sakit maag.

Pasalnya, tubuh dapat mengalami kenaikan asam lambung apabila langsung tidur setelah makan.

Jadi, pastikan badan kamu harus tetap berada dalam posisi tegak setelah makan.

Nah, jika kamu ingin tidur pada malam hari, berilah jeda sekitar satu hingga dua jam setelah makan.

  1. Menjaga Kebersihan Lingkungan
Baca juga  The Atypical Family hadir di layar kaca, Rambut Gondrong Jang Ki Yong Jadi Sorotan!

Selain makanan dan minuman, lingkungan tepat tinggal dan juga makanan yang kamu konsumsi harus terjaga kebersihannya.

Dengan menjaga kebersihan, dapat mencegah penyebaran bakteri H. pylori yang menyebabkan infeksi lambung.

Hal ini memang tidak diketahui secara pasti, tetapi penyebarannya diduga kuat terjadi dari makanan dan minuman yang terkontaminasi.

Selain itu, pastikan untuk mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, serta hanya mengonsumsi makanan yang benar-benar matang sempurna.

  1. Mengelola Stress dengan Baik

Tanpa kamu sadari, stres adalah salah satu pemicu sakit maag.

Ketika stres tidak bisa kamu kelola dengan baik oleh otak, maka tubuh akan memproduksi hormon stres yang disebut kortisol.

Nah, hormon ini dapat meningkatkan gula darah dan denyut jantung, serta menurunkan produksi antibodi.

Bukan hanya itu saja, hormon kortisol juga dapat memperlambat kerja lambung dan menaikkan produksi asam lambung.

Jadi, saat puasa sebisa mungkin kamu juga melakukan teknik relaksasi yang bisa meredakan stres.

Contohnya dengan rutin melakukan meditasi, latihan pernapasan, bahkan olahraga yang ringan seperti jalan kaki.

(Tim Redaksi Portalborneo.or.id/Dzl)

Berita Lainnya

© Copyright 2022 - 2023 Akupedia.id, All Rights Reserved