Semakin Serius Siapkan Lumbung Pangan Bagi Provinsi Kaltim dan IKN, Kukar Maksimalkan Potensi Pertanian

Foto: Ilustrasi pertanian, Kukar.
Foto: Ilustrasi pertanian, Kukar.

Portalborneo.or.id, Tenggarong – Keseriusan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) dalam menyiapkan lumbung pangan bagi Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) dan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara terus dilakukan.

Salah satu upaya dalam pengembangannya dengan mendukung kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-114 yang belum lama ini telah terselenggara di Desa Panca Jaya, Kecamatan Muara Kaman.

Konsep kegiatan TMMD memang linear dengan pembangunan Pemkab Kukar, menjadi lumbung pangan bagi Provinsi Kaltim dan IKN melalui Program Pertanian Berbasis Kawasan.

Sekda Kukar, Sunggono menyampaikan, program ini pun sudah tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2021-2026. Sesuai Visi Misi RPJMD, Pemkab Kukar memiliki rencana untuk melakukan transformasi ekonomi dari tambang ke pertanian.

Baca juga  Nelayan di Kutai Kartanegara Mulai Daftar Kartu KUSUKA, Ini Manfaatnya

Pemkab Kukar ingin memanfaatkan potensi pertanian secara maksimal untuk bisa memandirikan wilayah. “TMMD kali ini salah satu percepatan upaya itu, kemudian progres dan impact-nya langsung melanjutkan kebijakan, dengan menetapkan kegiatan karya bakti TNI disini lagi dan tahun ini juga,” kata Sunggono.

Melalui kegiatan ini, target pembangunan pertanian berbasis kawasan akan tercanangkan dan dicapai tahun 2023 mendatang. Sejalan dengan ini, diharapkan TNI bersama pemda bisa saling bersinergi mencapai target.

“Kalau terkoneksi, termasuk kebutuhan jalan usaha pertaniannya, irigasinya, kebutuhan saprodi jalan terkoneksi antar desanya, kita optimis bangunan pertanian, dukungan Kukar jadi lumbung pangan provinsi bisa kita wujudkan,” jelasnya.

Baca juga  Bupati Edi Damansyah Ungkap Isu Strategis Wilayah Loa Janan ke Kementrian ATR/BPN

Sebagai informasi, melalui TMMD beberapa target pemda perlahan tercapai. Setidaknya 300 meter turap dibangun dan pembukaan jalan usaha tani sepanjang 9 kilometer. Kemudian petani sudah dimudahkan dengan adanya jembatan penghubung.

Total ada 20 jembatan penghubung telah dibangunkan, lalu pembangunan rumah pompa dan 1.200 jaringan pipa irigasi untuk pengairan persawahan.

Sementara itu, Dandim 0906/Kutai Kartanegara Letkol Inf Jeffry Satria menyatakan, suksesnya kegiatan tersebut tak lepas dari dukungan Pemkab Kukar yang mengalokasikan anggarannya sebesar Rp5,2 miliar.

Baca juga  Desa Tuana Tuha Gelar Turnamen Sepak Bola, Kolaborasi Olahraga dan Kewirausahaan

“Kita tidak bisa lagi mengandalkan penghasilan dari SDA seperti mineral dan batu bara. Tapi kita akan mencoba mengalihkan produktivitas di SDA yang terbaru, yaitu bidang pertanian,” terangnya.

Diharapkannya, TMMD bisa menjadi upaya TNI dalam mendukung pemda untuk mempercepat peningkatan produktivitas hasil pertanian. Khususnya sebagai daerah penyumbang kebutuhan bahan pangan di wilayah IKN ke depan.

“Kami pihak TNI berharap masyarakat Kukar nanti bisa berdiri dengan kakinya sendiri. IKN ada di wilayah kita, nanti kita juga yang akan suplai kebutuhan bahan pangan di wilayah IKN, tidak hanya Provinsi,” pungkasnya.

(Tim Redaksi Portalborneo.or.id/Adv)

Berita Lainnya