Wisata Unggulan Desa Kersik, Bermain di Pantai Biru Hingga Belajar Menanam Mangrove

Foto: HO/ Pantai Kersik di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur menjadi tujuan ekowisata dan edukasi mangrove baru.

Portalborneo.or.id, Tenggarong – Desa Kersik yang terletak di Kecamatan Marangkayu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur mempunyai wisata unggulan.

Sebut saja, Pantai Biru Kersik. Wisata alam ini menjadi salah satu tujuan ekowisata dan edukasi mangrove baru bagi masyarakat Benua Etam.

Banyak hal yang bisa dieksplorasi di sana, seperti snorkeling untuk menikmati keindahan biota laut, ditambah ada edukasi Bank Sampah, penanaman pohon mangrove, dan berburu ikan di empang.

Menurut Kepala Desa Kersik Jumadi, beberapa pengembangan telah dilakukan. Salah satunya dengan menyediakan home stay, tour guide dan membuat produk UKM yang bisa mendukung pariwisata di Desa Kersik. 

Baca juga  PDI Perjuangan Orientasikan Gerakan Kemasyarakatan Atasi Stunting

“Selama ini yang menjadi pengunjung Pantai Kersik masih turis lokal seperti dari Samarinda dan Bontang,” kata Jumadi.

Ini karena ada banyak permasalahan yang dihadapi di desa. Jumadi mengaku mereka harus berbenah terlebih dahulu sebelum menjual wilayah ini menjadi desa wisata.

“Kesadaran masyarakat harus kami ubah dulu untuk lebih kreatif sehingga bisa menciptakan daya jual,” terang dia. 

Tak hanya masalah sosial, permasalahan lingkungan juga menjadi pangkal masalah. Namun masalah lingkungan ini berangsur diperbaiki oleh masyarakat atas bantuan dari PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT). 

Baca juga  Pihak Keamanan Tahan 5 Truk Tambang Koridoran Yang Melintas di Konsesi PT Bramasta

Bahkan Desa Kersik yang merupakan desa binaan program Corporate Social Responsibility (CSR) PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT).

Desa ini mendapatkan Penghargaan Sertifikat Progam Kampung Iklim (Proklim) Utama Tahun 2022 dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

“Bantuan dalam bentuk fisik dan pemberdayaan masyarakat diberikan untuk pengembangan wisata. Misal, langsung turun untuk penelitian maupun penanaman mangrove,” kata Jumadi.

Penghargaan sebagai Desa Proklim Utama dapat meningkatkan semangat masyarakat Desa Kersik untuk terus konsisten mengembangkan desa.

Desa ini telah terpilih lantaran mampu melaksanakan kegiatan pengelolaan lingkungan sebagai bentuk adaptasi dan mitigasi terhadap perubahan iklim.

Baca juga  Stok LPG 3Kg di Kukar Aman Jelang Ramadhan, Disperindag Bakal Tambah Pasokan

Salah satunya adalah dengan  pengelolaan sampah, pembinaan bank sampah dan manajemen bank sampah. 

Desa Kersik juga rutin melakukan penanaman mangrove dan pembangunan pegar. Dua hal ini dilakukan untuk menghindari abrasi yang telah terjadi dipinggir pantai.

Jumadi berharap, Desa Kersik akan menjadi desa wisata yang mashur dan dikenal oleh banyak orang.

Ia pun berencana membuat paket eduwisata bahari seperti menanam mangrove. Tak hanya itu, ia juga akan membuat pengembangan wisata pantai dan beberapa rencana yang lain. 

(Tim Redaksi Portalborneo.or.id/Int)

Berita Lainnya

© Copyright 2022 - 2023 Akupedia.id, All Rights Reserved