Akupedia.id, Tenggarong – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Jaya Mualimin, mengapresiasi keberhasilan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) dalam menekan angka stunting hingga sekitar 12 persen. Menurutnya, capaian tersebut menjadi bukti bahwa intervensi penanganan stunting di Kukar berjalan efektif.
Hal itu disampaikannya usai menghadiri peluncuran Program Gerakan Cegah Stunting demi Generasi Cemerlang (Gemilang), di Pendopo Odah Etam, Tenggarong, Rabu (15/7/2026).
Jaya menyampaikan, Pemprov Kaltim melalui Dinkes juga mengapresiasi keterlibatan Doctor Share bersama PT Bayan Resource melalui Bayan Peduli yang turut mendukung upaya percepatan penurunan stunting di Kukar.
“Persoalan stunting masih menjadi tantangan di Kalimantan Timur. Angka stunting kita masih berada di 22,2 persen, sementara angka nasional sekitar 18 persen. Alhamdulillah, di Kutai Kartanegara angkanya bisa turun hingga sekitar 12 persen. Ini luar biasa,” ujarnya.
Menurut Jaya, capaian tersebut bahkan sudah berada di bawah ambang batas yang direkomendasikan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yakni 14 persen. Ia pun mengapresiasi komitmen Bupati Kukar yang menargetkan prevalensi stunting dapat ditekan hingga di bawah satu digit.
Selain itu, ia menilai pola intervensi yang diterapkan dalam penanganan stunting di Kukar sudah sesuai dengan pendekatan yang efektif dan efisien sehingga lebih tepat sasaran.
“Saya lihat intervensinya sudah sesuai dengan pola-pola yang efektif dan efisien, sehingga penanganannya lebih fokus,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Jaya juga menyoroti mekanisme penilaian pemerintah pusat terhadap daerah. Menurutnya, indikator penilaian seharusnya lebih menitikberatkan pada keberhasilan daerah dalam menurunkan angka stunting, bukan hanya melihat angka prevalensi secara absolut.
Ia mengaku akan mencermati kembali mekanisme tersebut dan menyampaikannya dalam forum bersama pemerintah pusat apabila memang diperlukan evaluasi.
“Kalau yang dinilai hanya angka absolut, menurut saya itu perlu dikoreksi. Yang lebih penting adalah melihat tren penurunannya, karena itu menunjukkan adanya usaha dari pemerintah daerah dalam menangani stunting,” pungkasnya.
Penulis: Aulia Rahmatul Azizah





