Tekan Enter untuk mencari

Petala Tuangkan Sakralnya Erau Dalam Lagu Menjaga Adat

Foto: Penampilan dari Petala saat membawakan lagu Menjaga Adat.

Akupedia.id, Tenggarong – Erau dikenal sebagai salah satu pesta budaya terbesar di Kabupaten Kutai Kartanegara. Di balik kemeriahan dan ragam pertunjukan seni yang ditampilkan, tersimpan rangkaian ritual adat yang sarat makna dan diwariskan secara turun-temurun.

Nilai-nilai itulah yang coba diabadikan Petala melalui lagu “Menjaga Adat”, salah satu karya dalam album kedua mereka bertajuk Puratanabhumi. Lewat lagu tersebut, kelompok musik asal Tenggarong ini ingin mengajak pendengar memandang Erau bukan sekadar festival budaya, melainkan sebuah tradisi yang hidup dan harus terus dijaga keberlangsungannya.

Vokalis Petala, Nova Abelia, mengungkapkan bahwa “Menjaga Adat” menjadi lagu yang paling berkesan baginya selama proses penggarapan album. Dibandingkan lagu lainnya, karya tersebut mengalami revisi paling banyak karena seluruh personel ingin memastikan setiap lirik benar-benar mampu merepresentasikan suasana dan makna Erau.

“Kami benar-benar membayangkan bagaimana menggambarkan Erau lewat lirik. Berkali-kali kami ubah karena merasa belum bisa merepresentasikan Erau dengan baik. Bahkan sebelum versi yang kami tampilkan malam ini, masih ada versi lirik sebelumnya,” ujarnya usai launching album Puratanabhumi, Jumat (10/7/2026) malam.

Menurut Nova, tantangan terbesar bukan sekadar menyusun kata-kata, melainkan menerjemahkan pengalaman budaya ke dalam sebuah lagu.

Petala ingin pendengar dapat merasakan nuansa magis yang menyelimuti ritual Erau sekaligus menangkap suasana sukacita yang menjadi bagian dari perayaan tersebut.

“Kami berpikir keras bagaimana memvisualkan Erau melalui lagu. Ketika orang mendengar suara-suara yang magis, mereka bisa merasakan bahwa Erau memang memiliki sisi sakral. Di saat yang sama, kami juga ingin menggambarkan kegembiraan yang hadir dalam perayaannya. Itu yang membuat lagu ini paling banyak direvisi, bahkan selama hampir satu tahun proses penggarapannya,” katanya.

Bagi Petala, “Menjaga Adat” bukan hanya menjadi karya musik, tetapi juga upaya menerjemahkan warisan budaya Kutai ke dalam bahasa yang lebih mudah dipahami oleh generasi masa kini.

Melalui lagu tersebut, mereka berharap masyarakat tidak hanya menikmati melodinya, tetapi juga memahami nilai-nilai yang hidup di balik perayaan Erau.

Penulis: Aulia Rahmatul Azizah

Rekomendasi

Pasang Iklan di sini