Akupedia.id, Tenggarong – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menargetkan persoalan sarana dan prasarana (sarpras) sekolah dapat dituntaskan secara bertahap hingga 2027 melalui penataan ulang anggaran dan percepatan program perbaikan.
Kepala Disdikbud Kukar, Heriansyah, mengatakan saat ini pihaknya tengah melakukan refocusing anggaran dengan mengalihkan pos belanja yang kurang efektif ke kebutuhan prioritas di sektor pendidikan.
“Pos-pos anggaran yang tidak efektif kita refocusing, nanti diarahkan ke kebutuhan prioritas, terutama sarana fisik sekolah,” ujarnya, Rabu (6/5/2026).
Ia menjelaskan, fokus pembenahan mencakup rehabilitasi ruang kelas belajar (RKB) yang rusak, penambahan ruang kelas baru, hingga pembangunan fasilitas pendukung seperti halaman sekolah, toilet, dan pagar.
Menurutnya, keberadaan sarpras yang memadai menjadi fondasi penting sebelum mendorong peningkatan kualitas pendidikan yang lebih luas.
“Insya Allah 2026 sampai 2027 kita targetkan sarana fisik ini bisa clear dulu, sehingga ke depan kita bisa fokus pada peningkatan kualitas SDM guru dan pengembangan sekolah,” jelasnya.
Selain ruang kelas, pembangunan halaman sekolah juga menjadi perhatian karena berfungsi sebagai ruang aktivitas siswa, termasuk pelaksanaan upacara dan pembinaan kedisiplinan.
Di sisi lain, Disdikbud Kukar juga menekankan pentingnya penyediaan toilet yang layak di setiap sekolah, dengan konsep yang lebih terbuka serta terpisah antara laki-laki dan perempuan. Fasilitas pagar sekolah, khususnya untuk jenjang PAUD, turut menjadi prioritas guna memastikan keamanan siswa di lingkungan sekolah.
Terkait anggaran, Heriansyah menyebut pihaknya masih melakukan penghitungan ulang, mengingat kebutuhan perbaikan terdiri dari berbagai kategori, mulai dari rehabilitasi ringan, sedang, hingga berat, termasuk pembangunan unit sekolah baru.
Ke depan, Disdikbud Kukar juga akan menyusun analisa standar belanja untuk memastikan efisiensi pembangunan, termasuk menekan biaya pembangunan ruang kelas baru yang saat ini berkisar ratusan juta rupiah per unit.
Dengan langkah tersebut, pemerintah daerah optimistis pembenahan sarana pendidikan dapat segera dituntaskan, sehingga peningkatan mutu pendidikan di Kukar dapat berjalan lebih maksimal.
Penulis: Aulia Rahmatul Azizah





