Akupedia.id, Tenggarong – Sejumlah infrastruktur di pusat Kota Tenggarong yang mengalami kerusakan menjadi perhatian Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Ahmad Yani. Terlebih, infrastruktur tersebut merupakan bagian dari wajah kota sekaligus fasilitas publik yang kerap digunakan masyarakat.
Dua di antaranya adalah turap di kawasan Taman Musik dan sisi jalan Jembatan Kedaton Agung yang mengalami longsor. Kerusakan tersebut diduga dipengaruhi kondisi tanah di bawah struktur bangunan, sehingga membutuhkan penanganan agar tidak semakin meluas.
Ahmad Yani menilai, upaya pemulihan tidak semestinya hanya dibebankan kepada pemerintah daerah sebagai pemilik aset. Ia juga mendorong kontraktor yang sebelumnya mengerjakan proyek tersebut agar menunjukkan kepedulian dan turut berkontribusi dalam proses perbaikan.
“Sama, ini kan kontraktor itu yang kita juga minta supaya ada kepedulian selain pertanggungjawaban karena sudah menyelesaikan pekerjaan,” katanya, Selasa (3/11/2026).
Menurutnya, meskipun masa pemeliharaan pekerjaan disebut telah berakhir, bukan berarti pihak pelaksana tidak bisa lagi mengambil bagian dalam upaya pemulihan. Terlebih, kerusakan yang terjadi menyangkut fasilitas publik yang keberadaannya penting bagi masyarakat.
Ia berharap kontraktor masih bersedia membantu apabila terdapat bagian pekerjaan yang memungkinkan untuk diperbaiki atau dipulihkan. Keterlibatan tersebut, menurutnya, dapat menjadi bentuk kepedulian terhadap infrastruktur yang telah dibangun.
“Kalau misalnya masih bisa melakukan recovery, perbaikan-perbaikan, silakan saja. Harapan kita kan sebenarnya tidak terjadi. Tapi namanya kecelakaan, namanya faktor alam,” tuturnya.
Di sisi lain, Ahmad Yani meminta kejadian tersebut menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah maupun pihak terkait dalam merencanakan pembangunan infrastruktur berikutnya.
Menurutnya, perencanaan yang matang tetap perlu diikuti dengan pertimbangan terhadap karakteristik tanah dan potensi kondisi alam di lokasi pekerjaan.
Hal itu penting agar pembangunan tidak hanya berorientasi pada penyelesaian proyek, tetapi juga memastikan infrastruktur mampu bertahan dan memberikan manfaat dalam jangka panjang.
“Ini kan bagian daripada koreksi kita untuk bagaimana nanti membangun ke depan itu lebih baik, walaupun awalnya kita anggap ini sudah terbaik,” ujarnya.
Ia berharap, melalui kajian dan penanganan yang tepat, kerusakan di kawasan Taman Musik maupun sisi jalan Jembatan Kedaton Agung dapat segera dipulihkan. Dengan begitu, kawasan yang menjadi salah satu bagian dari wajah Kota Tenggarong tersebut kembali tertata dan aman dimanfaatkan masyarakat.
“Oleh karena itu, semoga ini bisa dilakukan perbaikan secepatnya,” pungkasnya. (Adv/DPRD Kukar)
Penulis: Aulia Rahmatul Azizah





