Tekan Enter untuk mencari

Bepelas Malam Keempat Erau Makin Semarak, Bupati Kukar dan Ketua BPK RI Hadir di Kesultanan Kutai

Bupati Kukar, Ketua BPK RI, Forkopimda Hadiri Acara Bepelas Malam ke-IV

Akupedia.id, Tenggarong – Ritual Bepelas kembali digelar dalam rangkaian Erau Adat Kutai. Memasuki malam keempat pada Rabu (23/9/2026), suasana di lingkungan Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura berlangsung semakin semarak dengan kehadiran sejumlah pejabat dan tamu kehormatan.

Bepelas merupakan salah satu ritual utama dalam rangkaian pelaksanaan Erau Adat Kutai. Tradisi tersebut tidak hanya menjadi bagian dari prosesi adat, tetapi juga menjadi momentum untuk mempertahankan nilai budaya, sejarah, serta identitas masyarakat Kutai di tengah perkembangan zaman.

Pada Bepelas malam keempat, Putra Mahkota Sultan Adji Muhammad Arifin menerima sejumlah tamu kehormatan. Di antaranya Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) dr Aulia Rahman Basri dan Anggota VI BPK RI Fathan Subchi.

Hadir pula Kepala Perwakilan BPK RI Kalimantan Timur Mochammad Suharyanto, Sekretaris Daerah Kabupaten Kukar Dr H Sunggono, Kepala Sekretariat Perwakilan BPK RI Kaltim beserta jajaran, Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan dan Kesra Setkab Kukar Martina Yulianti, Asisten I Setkab Kukar Akhmad Taufik Hidayat, serta Asisten III Setkab Kukar H Dafip Haryanto.

Sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD), di antaranya Kepala Dinas Kesehatan Ismi Mufidah dan Kepala Dispora Aji Ali Husni, para camat serta undangan lainnya turut menghadiri prosesi tersebut.

Nuansa sakral terasa sepanjang pelaksanaan Bepelas. Berbagai prosesi adat dan kesenian tradisional yang diwariskan secara turun-temurun ditampilkan dalam rangkaian ritual.

Prosesi diawali dengan sejumlah tarian adat dan ritual, seperti Tari Dewa, Dewa Memanah, Selendang, Kipas, hingga Jung Njuluk.

Rangkaian kemudian dilanjutkan dengan prosesi menginjak Gong Raden Galuh. Dalam ritual tersebut, Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura memegang kain cinde dan tali juwita, sebelum menginjak batu dan Gong Raden Galuh.

Setiap prosesi menginjak gong juga ditandai dengan bunyi leduman meriam. Jumlah leduman disesuaikan dengan urutan malam pelaksanaan Bepelas. Pada malam pertama meriam dibunyikan satu kali, malam kedua dua kali, dan pada malam keempat sebanyak empat kali.

Setelah rangkaian ritual selesai, Sultan Adji Muhammad Arifin mengajak para tamu, keluarga besar kerabat keraton Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura serta undangan untuk menikmati makan malam bersama.

Suasana kemudian kembali semarak dengan penampilan berbagai tarian. Bupati Kukar Aulia Rahman Basri bersama sejumlah tamu kehormatan turut diajak menari bersama dalam Tari Ganjur dan Kanjar Laki.

Sementara itu, istri Bupati Kukar, Andi Deechz Oyang, turut tampil menarikan Kanjar Bini. Kehadiran para pejabat dan tamu dalam tarian tersebut membuat suasana Bepelas malam keempat berlangsung semakin meriah.

Pelaksanaan Bepelas menjadi salah satu bagian penting dalam rangkaian Erau Adat Kutai yang terus dipertahankan sebagai warisan budaya dan identitas masyarakat Kutai. Prosesi adat yang berlangsung dari malam ke malam sekaligus menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyaksikan dan mengenal kembali tradisi yang telah diwariskan lintas generasi.

Rekomendasi

Pasang Iklan di sini