Akupedia.id, Tenggarong – Ketersediaan air menjadi salah satu faktor penting dalam menunjang produktivitas pertanian. Untuk mendukung kebutuhan tersebut, Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kutai Kartanegara (Kukar) terus melakukan pembangunan dan perbaikan infrastruktur pengairan, mulai dari jaringan irigasi hingga penyediaan sumur bor di kawasan pertanian.
Meski belum seluruh usulan dapat direalisasikan, sejumlah pekerjaan irigasi mulai dilaksanakan tahun ini. Pembangunan tersebut merupakan tindak lanjut dari usulan yang disampaikan pada 2025, dengan mempertimbangkan kemampuan anggaran daerah.
Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PU Kukar, Awang Agus Sahbani, mengatakan pekerjaan yang dilaksanakan di antaranya pembangunan pintu air di kawasan Jonggon dan Bukit Raya.
Selain itu, terdapat sejumlah pekerjaan pendukung pengairan di kawasan pertanian Tenggarong Seberang.
“Kalau irigasi dari usulan yang kami usulkan tahun kemarin, cuma beberapa yang bisa dilaksanakan karena keterkaitan anggarannya. Di Jonggon 1, terus di Bukit Raya ada juga pembangunan pintu air. Di Jonggon juga pintu air,” jelasnya, Selasa (3/11/2026).
Awang menyebutkan, anggaran yang tersedia untuk Bidang SDA tahun ini secara keseluruhan berkisar Rp8 miliar. Keterbatasan tersebut membuat pekerjaan harus dilakukan secara bertahap, meskipun kebutuhan infrastruktur pengairan di sejumlah kawasan pertanian masih cukup banyak.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur tersebut menjadi penting karena petani sangat bergantung pada ketersediaan air untuk mengelola lahan.
Terlebih, kondisi debit air sungai yang belakangan mengalami penyusutan turut menjadi tantangan dalam memenuhi kebutuhan pengairan.
Karena itu, selain memperbaiki infrastruktur yang sudah ada, pihaknya juga berupaya meningkatkan kapasitas tampungan air agar dapat dimanfaatkan secara lebih optimal.
“Karena kami kan butuhnya air, pertaniannya air. Kondisi sekarang memang lagi surut. Jadi bagaimana caranya kami bisa memasukkan air dari sungai yang kondisi levelnya ini sudah jauh beda. Untuk penambahan dimensi yang kemarin satu meter, supaya penampungan air lebih banyak,” terangnya.
Selain melalui pembangunan irigasi, pemenuhan kebutuhan air pertanian juga dilakukan dengan penyediaan sumur bor. Program ini dijalankan melalui kolaborasi antara Pemkab Kukar dan TNI dalam kegiatan Karya Bakti maupun TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD).
Dalam kerja sama tersebut, Dinas PU menyediakan material yang dibutuhkan, sedangkan proses pengerjaan dilakukan oleh personel TNI.
Salah satu pelaksanaannya berada di kawasan Jembayan Tengah, Kecamatan Loa Kulu.
Awang menyebutkan, sejak 2024 pihaknya telah membangun sekitar 30 titik sumur bor yang diperuntukkan bagi kebutuhan pertanian. Pembangunannya difokuskan pada lima kawasan prioritas, yakni Tenggarong Seberang I dan II, Sebulu-Muara Kaman, Tenggarong, serta Marangkayu.
“Kalau di Kukar sendiri yang untuk pertanian banyak, ada mungkin 30 titik. Kami sudah melaksanakan mulai tahun 2024 dan itu semuanya kami laksanakan dengan kerja sama TNI melalui kegiatan Karya Bakti dan TMMD,” ungkapnya.
Setiap titik sumur bor membutuhkan anggaran rata-rata sekitar Rp300 juta. Sementara kedalaman pengeboran berkisar 60 hingga 80 meter, menyesuaikan kondisi tanah hingga ditemukan sumber air.
Penentuan kawasan prioritas tersebut juga mempertimbangkan luasan lahan pertanian. Marangkayu, misalnya, menjadi salah satu wilayah yang diprioritaskan karena memiliki kawasan pertanian cukup luas.
“Kawasan prioritas pertanian ini ada lima, Tenggarong Seberang, Tenggarong Seberang itu ada dua, Tenggarong Seberang satu, dua, sebulu muara kaman, itu satu hamparan, Tenggarong, sama di Marangkayu,” ungkapnya.
Melalui pembangunan irigasi dan sumur bor, PU Kukar berharap kebutuhan air bagi petani dapat semakin terpenuhi.
Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari dukungan pemerintah daerah dalam menjaga keberlangsungan aktivitas pertanian di tengah kondisi debit air yang tidak selalu stabil. (adv/Diskominfo Kukar)
Penulis: Aulia Rahmatul Azizah
Editor: Aditya Lesmana





