Tekan Enter untuk mencari

Aulia-Rendi Lepas 2.500 Atlet Kukar, Bidik Juara Umum di Lima Ajang Provinsi

Foto: Pelepasan seluruh kontingen Kutai Kartanegara di lima ajang olahraga provinsi 2026.

Akupedia.id, Tenggarong – Kutai Kartanegara (Kukar) mengerahkan sekitar 2.500 orang untuk berlaga di lima ajang olahraga tingkat Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), sepanjang November hingga awal Desember 2026. Pemerintah Kabupaten Kukar pun memasang target tinggi, yakni meraih gelar juara umum di seluruh kompetisi yang diikuti.

Bupati Kukar Aulia Rahman Basri bersama Wakil Bupati Rendi Solihin secara langsung melepas seluruh kontingen dalam acara yang berlangsung di Arbizz Space, Jumat (30/10/2026) malam.

Sebanyak 2.500 orang yang terdiri dari atlet, pelatih, manajer, dan official disiapkan untuk memperkuat Kukar dalam lima kompetisi tersebut. Kelima ajang itu meliputi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov), Pekan Paralimpik Provinsi (Peparprov), Pekan Olahraga Korps Pegawai Republik Indonesia (Baporkorpri), Festival Olahraga Rekreasi Daerah (Forda), hingga Pekan Olahraga Wartawan Daerah (Porwada).

Aulia menyebut persiapan kontingen telah dilakukan secara matang. Ia mengaku optimistis setelah melihat langsung kesiapan para atlet dari berbagai cabang olahraga.

“Kami yakin dan percaya Kukar bisa menjadi juara umum di seluruh event yang saya sebutkan tadi,” kata Aulia.

Menurutnya, pelaksanaan lima ajang dalam waktu berdekatan bukan perkara mudah. Selain menguras tenaga atlet, agenda tersebut juga menuntut kesiapan besar dari seluruh pendamping kontingen, terutama karena pertandingan berlangsung di sejumlah kabupaten dan kota di Kaltim.

Meski demikian, Aulia meyakini persiapan yang telah dilakukan menjadi modal penting untuk menghadapi persaingan.

Di tengah target prestasi tersebut, persoalan bonus atlet turut menjadi perhatian. Aulia memastikan pemerintah daerah tetap menyiapkan penghargaan bagi atlet yang berhasil meraih prestasi, meskipun kondisi keuangan daerah saat ini menghadapi keterbatasan.

Ia menyebut besaran bonus minimal akan disamakan dengan periode sebelumnya.
“Bonus sebenarnya bukan satu-satunya. Karena kami yakin semangat tanding yang dimiliki teman-teman atlet itu jauh lebih besar daripada bonus yang kita janjikan,” tuturnya.

Aulia bahkan membuka kemungkinan penyesuaian besaran bonus apabila terdapat kabupaten atau kota lain yang memberikan penghargaan lebih tinggi.

“Kalau ada kabupaten-kota lain yang berani memberikan lebih besar daripada yang kita berikan tahun sebelumnya, maka kita akan menyamakan,” katanya.

Ia meminta para atlet tidak terpengaruh isu simpang siur mengenai bonus, termasuk kabar kemungkinan pengurangan maupun keterlambatan pencairan.
“Jangan sampai gara-gara isu bonus yang tidak jelas atau bonus yang simpang siur, ada yang bilang dengan kondisi keuangan yang ada itu tidak diberikan bonus atau bonusnya lebih rendah daripada yang sebelumnya, tidak dicairkan dan sebagainya,” tegasnya.

Aulia berharap kepastian tersebut membuat para atlet lebih tenang dan dapat memusatkan perhatian pada pertandingan.

Senada, Wakil Bupati Kukar Rendi Solihin memastikan bonus atlet tetap menjadi prioritas pemerintah daerah. Ia menegaskan, penghargaan bagi atlet tidak akan terpengaruh kebijakan efisiensi maupun kondisi transfer keuangan daerah.
“Kami pastikan bahwa atlet, bonus untuk para atlet itu tidak akan terpotong dengan isu efisiensi ataupun lambat bayar salur transfer daerah itu sudah berpengaruh. Kita pastikan menjadi prioritas,” ujar Rendi.

Rendi juga menilai pelaksanaan lima ajang olahraga dalam waktu hampir bersamaan menjadi tantangan tersendiri bagi seluruh daerah peserta. Menurutnya, kondisi tersebut membutuhkan persiapan ekstra, mulai dari pengadaan seragam hingga perlengkapan pertandingan.

“Kejuaraan yang ini baru pertama kali juga terjadi selama 10 tahun terakhir mungkin lima kejuaraan bersamaan bulannya. Itu saya yakin kesulitan untuk ikut itu karena berat sekali untuk menyamakan timing pengadaan baju, pengadaan lain-lain,” ungkapnya.

2.500 Orang dalam Lima Kontingen
Berdasarkan data kontingen, total peserta yang diberangkatkan Kukar terdiri atas 1.826 atlet, 320 pelatih, 72 manajer, dan 285 official. Mereka akan bertanding dalam total 121 cabang olahraga yang tersebar di lima ajang.
Porprov Korpri di Sangatta, Kabupaten Kutai Timur, menjadi kompetisi pertama yang diikuti Kukar pada 31 Oktober hingga 8 November 2026. Kontingen terdiri atas 184 atlet, 19 pelatih, 10 manajer, 18 official, dan 12 cabang olahraga.

Selanjutnya, Porwada digelar di Balikpapan pada 4–5 November 2026 dengan melibatkan 32 atlet, 9 official, dan 11 cabang olahraga. Sementara itu, Porprov di Kabupaten Paser menjadi ajang dengan jumlah peserta terbesar. Kukar mengirimkan 1.144 atlet, 225 pelatih, 62 manajer, 166 official, dan 62 cabang olahraga untuk berlaga pada 14–27 November 2026.

Peparprov di Kabupaten Paser berlangsung pada 27–30 November 2026 dengan 100 atlet, 17 pelatih, 32 official, dan 9 cabang olahraga. Adapun Forda di GOR Kadri Oening Sempaja, Samarinda, berlangsung pada 29 November hingga 6 Desember 2026. Ajang ini diikuti 366 atlet, 59 pelatih, 60 official, dan 27 cabang olahraga. Dengan kekuatan ribuan personel dan persiapan yang telah dilakukan, Kukar kini menghadapi tantangan untuk membuktikan target juara umum di lima ajang tersebut.

Pelepasan yang dipimpin Aulia Rahman Basri bersama Rendi Solihin itu sekaligus menjadi awal perjuangan kontingen Kukar membawa pulang prestasi dan mengharumkan nama daerah di tingkat Provinsi Kalimantan Timur. (Adv/Diskominfo Kukar)

Penulis: Aulia Rahmatul Azizah

Editor: Aditya Lesmana

Rekomendasi

Pasang Iklan di sini