Akupedia.id, Tenggarong – Program Beasiswa Kukar Idaman Terbaik yang menjadi salah satu upaya Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) dalam mendukung pendidikan masyarakat perlu dipastikan menjangkau kelompok yang benar-benar membutuhkan.
Seleksi penerima dinilai menjadi bagian penting agar bantuan pendidikan tidak hanya menyasar siswa berprestasi, tetapi juga anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kukar, Sopan Sopian, menilai pelaksanaan program beasiswa perlu memperhatikan dua kelompok penerima tersebut.
Menurutnya, kriteria dan proses seleksi harus disusun secara cermat agar tidak ada anak yang kehilangan kesempatan melanjutkan pendidikan karena keterbatasan ekonomi.
“Kita berharap beasiswa Kukar Idaman Terbaik ini harus berdampak pada masyarakat atau anak-anak kita yang memang membutuhkan beasiswa,” ujarnya, Senin (19/10/2026).
Ia menjelaskan, penerima beasiswa tentu memiliki kriteria masing-masing. Anak-anak yang memiliki prestasi perlu mendapat ruang untuk memperoleh dukungan pendidikan, sementara mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu juga harus menjadi perhatian dalam proses seleksi.
Bagi Sopan, ketepatan sasaran menjadi hal yang perlu dijaga dalam pelaksanaan program tersebut. Jangan sampai anak yang memiliki keterbatasan ekonomi justru tidak terakomodasi karena proses seleksi yang belum mampu menjangkau kebutuhan mereka.
“Tentunya ada penyaringan-penyaringan. Kalau dia memang berprestasi, ya memang kita mencari bahwa itu adalah anak-anak yang berprestasi. Kemudian ada kategori bahwa anak ini tidak mampu. Nah, itu yang perlu adanya seleksi-seleksi seperti itu,” jelasnya.
Ia menegaskan, evaluasi terhadap program beasiswa bukan semata-mata untuk menilai penyaluran anggaran, tetapi juga memastikan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat yang menjadi sasaran.
Meski demikian, Sopan tidak secara spesifik menyebut adanya temuan penerima beasiswa yang salah sasaran. Ia menekankan pentingnya DPRD memberikan masukan kepada pemerintah daerah agar penggunaan anggaran pendidikan dilakukan secara selektif dan tepat sasaran.
“Artinya kita memberikan masukan kepada pemerintah untuk selektif dalam penggunaan anggaran pendidikan, agar ini tepat sasaran terhadap anak-anak, selanjutnya masyarakat yang ada di Kutai Kartanegara,” pungkasnya. (Adv/DPRD Kukar)
Penulis: Aulia Rahmatul Azizah





