Tekan Enter untuk mencari

Anggaran RTKU Terbaik Belum Cair, Camat Muara Jawa Khawatir Waktu Pelaksanaan Makin Sempit

Foto: Camat Muara Jawa, Muhammad Ramli.

Akupedia.id, Tenggarong – Memasuki penghujung Oktober 2026, pelaksanaan Program RTKU Terbaik di Kecamatan Muara Jawa, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), masih menunggu kepastian penyaluran anggaran.

Kondisi itu membuat pemerintah kecamatan belum berani mengarahkan rukun tetangga (RT) memulai kegiatan karena khawatir program yang telanjur berjalan justru terkendala pembayaran.

Camat Muara Jawa, Muhammad Ramli, mengatakan hingga Selasa (20/10/2026), anggaran program tersebut belum masuk. Padahal, waktu pelaksanaan semakin terbatas, sementara setiap kegiatan RT membutuhkan tahapan perencanaan sebelum dapat direalisasikan.

Ramli mengaku telah menugaskan Kasubbag Program bersama Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), didampingi pendekar kecamatan, untuk berkoordinasi dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar. Langkah itu dilakukan guna memastikan kapan anggaran disalurkan sekaligus memperjelas mekanisme pencairannya.

“RTKU Terbaik di Kecamatan Muara Jawa sampai hari ini anggarannya belum masuk. Jadi saya sudah menugaskan Kasubag Program termasuk PPTK-nya, didampingi oleh pendekar kecamatan, untuk menghadap ke DPMD untuk memperjelas sampai di mana sekarang penganggaran untuk RTKU Terbaik ini,” ujarnya.

Bagi Ramli, persoalan ini bukan semata-mata mengenai kapan dana tersedia, tetapi juga bagaimana anggaran yang nantinya diterima dapat digunakan secara efektif.

Sebab, program tersebut harus mengakomodasi kebutuhan kegiatan RT, sementara pembayaran honor pengurus RT telah berjalan menggunakan anggaran yang tersedia di kecamatan.

Ia menjelaskan, honor pengurus RT di Muara Jawa telah dibayarkan hingga September. Pembayaran itu menggunakan anggaran kecamatan agar hak para pengurus tidak tertunda.

“Sampai September kami sudah bayar nih Honor RT dan itu pakai uang kas dari kecamatan, karena kami tidak bisa dikejar oleh RT terus. RT kami 154 kali 3, ketua sekretaris bendahara. Nah itu dia kurang lebih 338 jutaan sekali penggajian,” tuturnya.

Persoalannya, lanjut Ramli, anggaran RTKU Terbaik yang saat ini disanggupi sebesar Rp50 juta per RT harus memperhitungkan sejumlah kebutuhan. Selain kegiatan RT, anggaran tersebut juga mencakup honor pengurus RT dan pendekar RT sebagaimana diatur dalam petunjuk teknis (juknis).

“Jangan-jangan nanti habis buat bayar honor aja yang Rp50 juta itu. Makanya sebenarnya saya kepengin teman-teman dari wartawan ini bisa konfirmasi ke DPMD, seperti apa sih supaya ini terkejar waktunya,” katanya.

Ramli menilai, kepastian anggaran menjadi penting agar pemerintah kecamatan dapat memberikan arahan yang jelas kepada para ketua RT.

Hingga kini, ia belum berani memastikan kegiatan apa saja yang bisa dilaksanakan karena belum mengetahui kapan dana tersedia dan bagaimana mekanisme penyalurannya.

Menurutnya, pelaksanaan kegiatan tidak bisa dilakukan secara instan. RT harus menyusun perencanaan terlebih dahulu, kemudian menjalankan kegiatan, sebelum masuk ke tahapan pembayaran sesuai ketentuan.

“Kalau anggarannya di kita, oke laksanakan, kita siap bayar. Tapi kalau anggarannya belum ada, enggak berani. Takutnya mereka sudah berkegiatan, terus tidak bisa kita bayar karena anggarannya belum ready, kan masalah juga,” tegasnya.

Keterbatasan waktu pun menjadi kekhawatiran tersendiri. Dengan Oktober yang hampir berakhir, waktu efektif untuk merealisasikan program hanya tersisa sekitar dua bulan sebelum tutup tahun anggaran.

Padahal, sejumlah kegiatan yang membutuhkan proses perencanaan dan pelaksanaan berpotensi sulit dikejar apabila kepastian pendanaan baru diperoleh menjelang akhir tahun.

Ramli juga meminta kejelasan apakah anggaran nantinya langsung ditransfer ke rekening RT atau terlebih dahulu melalui rekening kecamatan. Menurutnya, kepastian mekanisme tersebut diperlukan agar tahapan pelaksanaan dan pembayaran dapat disusun dengan baik.

“Jangan sampai malah jalannya pelan-pelan banget, malah tidak ada kegiatan terealisasi nantinya. Kalau sudah Desember awal, tidak bisa apa-apa kita. Kapan RT mau kerja, kapan pembayarannya? Kan butuh perencanaan,” pungkasnya. (Adv/Diskominfo Kukar)

Penulis: Aulia Rahmatul Azizah

Editor: Aditya Lesmana

Rekomendasi

Pasang Iklan di sini