akupedia.com, Tenggarong – Program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) resmi dibuka. Program yang merupakan kerjasama Kementrian Pertahanan melalui Mabes TNI dan Pemerintah Daerah kali ini dipusatkan di Desa Jembayan Tengah, Kecamatan Loa Kulu.
Pembukaan pun digelar di Lapangan Sepak Bola Loa Kulu Kota, Selasa (13/10/2026), dan dipimpin langsung oleh Bupati Kutai Kartanegara, Aulia Rahman Basri.
Dalam sambutannya, Aulia menyebut kegiatan ini merupakan bentuk sinergitas antara pemerintah daerah Kabupaten Kutai Kartanegara dengan TNI dalam hal ini Kodim 0906/KKR untuk percepatan pembangunan di daerah.
Menurutnya tema “TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa” sejalan dengan semangat dan kebutuh pembangunan yang tidak bisa dilakukan sendiri.
“Saya kira tema ini sangat relevan dengan kebutuhan pembangunan kita hari ini, karena kita semua memahami bahwa pembangunan Kabupaten Kutai Kartanegara tidak mungkin hanya dilakukan dari pemerintah pusat maupun daerah,” katanya.
Pada pelaksanaan TMMD kali ini, sasaran utama yang menjadi perhatian adalah peningkatan jalan usaha tani sepanjang sekitar 2,1 kilometer. Infrastruktur tersebut diharapkan dapat menunjang aktivitas pertanian dan mempermudah akses petani menuju lahan mereka.
Aulia menyebut pembangunan jalan tersebut diperkirakan memberi manfaat bagi sekitar 100 hektare lahan pertanian. Dengan akses yang semakin baik, produktivitas pertanian diharapkan meningkat dan berdampak terhadap kesejahteraan petani.
“Sekitar 100 hektare lahan yang akan terbantu dengan adanya kegiatan ini dan ini tentunya akan meningkatkan produktivitas daripada petani,” ujarnya.
Ia juga berharap pembangunan infrastruktur pertanian dapat membantu menekan biaya produksi sehingga nilai tukar petani semakin meningkat.
“Selain itu juga kita berharap dengan adanya kegiatan ini maka HPP bisa kita turunkan sehingga nilai tukar petani itu bisa jadi lebih kita tingkatkan dan kesejahteraan petani bisa lebih kita tingkatkan lagi,” tambahnya.
Sementara itu, Komandan Kodim 0906/Kukar, Letkol Arm Benny Budiman, menjelaskan pelaksanaan TMMD merupakan bagian dari upaya percepatan pembangunan lintas sektoral yang menyasar kebutuhan masyarakat desa.
Menurut Benny, Desa Jembayan Tengah dipilih berdasarkan usulan yang telah disampaikan sejak 2025 melalui musyawarah perencanaan pembangunan desa (musrenbangdes).
Selain memiliki potensi pertanian, wilayah Jembayan Tengah juga dinilai strategis karena menjadi salah satu jalur penghubung menuju kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).
“Perencanaan di Desa Jembayan Tengah ini sudah diusulkan di tahun 2025, di mana sesuai dengan rencana musrenbangdes yang diajukan melalui desa itu mengarah ke Desa Jembayan Tengah,” jelasnya.
Dalam program tersebut, peningkatan jalan usaha tani akan dilakukan sepanjang 2.163 meter menggunakan material agregat. Selain itu, terdapat pembangunan lima unit MCK, renovasi lima rumah tidak layak huni (RTLH), perbaikan satu musala, pembangunan gorong-gorong, serta lima jembatan kayu.
Kodim 0906/Kukar juga menyiapkan pembangunan lima titik sumur bor untuk mendukung kebutuhan air, termasuk pengairan lahan sawah ketahanan pangan seluas satu hektare. Program penghijauan melalui penanaman 3.000 pohon turut menjadi bagian dari sasaran fisik TMMD.
Untuk pelaksanaannya, sebanyak 150 prajurit TNI dikerahkan. Personel tersebut berasal dari berbagai kesatuan, termasuk anggota TNI Angkatan Laut dan Angkatan Udara yang didatangkan dari Balikpapan.
Selain pembangunan fisik, TMMD juga diisi berbagai kegiatan nonfisik, seperti penyuluhan kesehatan, wawasan kebangsaan, pencegahan radikalisme, edukasi stunting, keluarga berencana, serta pengobatan gratis bagi masyarakat. Kegiatan sosial berupa santunan anak yatim juga dijadwalkan selama program berlangsung.
Benny mengatakan seluruh rangkaian kegiatan ditargetkan selesai pada 11 November 2026.
Di sisi lain, Aulia mengapresiasi pelaksanaan TMMD yang dinilai mampu memperkuat kolaborasi pemerintah daerah dan TNI dalam mendorong pembangunan hingga ke tingkat desa.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut dan diperluas agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat di berbagai wilayah Kukar.
“Kita berharap kegiatan ini tidak berhenti sampai di sini, ini terus bisa kita kembangkan, apalagi tadi sudah ada pemberitahuannya bahwa ini diharapkan kita laksanakan empat kali dalam satu tahun,” tutupnya. (Adv/Ara)





