Akupedia.id, TENGGARONG – Polres Kutai Kartanegara (Kukar) menyiapkan sekitar 150 personel untuk menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kabupaten Kukar, seiring kondisi kemarau dan fenomena El Nino.
Kesiapan tersebut ditandai dengan digelarnya Apel Kesiapsiagaan Pencegahan dan Penanganan Karhutla di Lapangan Apel Mapolres Kukar, Jumat (14/8/2026).
Kapolres Kukar, AKBP Khairul Basyar mengatakan, apel tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari Polri, TNI, pemerintah daerah, BPBD, hingga sejumlah perusahaan yang memiliki kemampuan dan peralatan untuk membantu proses pemadaman apabila terjadi karhutla.
“Kita mau menyampaikan bahwa kekuatan negara ini siap untuk melaksanakan kegiatan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan, baik itu dari Polri, TNI maupun pemerintah daerah,” ujarnya usai kegiatan.
Menurutnya, sinergi lintas instansi menjadi hal penting dalam penanganan karhutla. Terlebih, sejumlah perusahaan juga telah menunjukkan dukungan dalam membantu proses pemadaman api yang terjadi di wilayah Kukar maupun kawasan sekitarnya.
Ia mencontohkan keterlibatan salah satu perusahaan yang sebelumnya turut membantu pemadaman kebakaran di kawasan Bukit Soeharto.
“Beberapa waktu lalu, seperti dari BSSR, juga membantu kami untuk penanggulangan dan memadamkan api yang terjadi di daerah Bukit Soeharto,” katanya.
Khairul menegaskan, kesiapsiagaan tidak hanya dilakukan ketika kebakaran telah terjadi. Polres Kukar juga melakukan pemantauan terhadap titik-titik api yang terdeteksi di wilayah Kukar.
Pemantauan tersebut dilakukan menggunakan aplikasi yang dimiliki Polda Kaltim untuk mengetahui perkembangan titik api. Data tersebut kemudian menjadi dasar bagi personel untuk menentukan langkah penanganan di lapangan.
“Setiap pagi dan malam kami melakukan pengecekan. Apabila kapan pun titik api itu ada, baik pagi, siang maupun malam, anggota kami siap untuk meluncur,” tegasnya.
Dari sisi personel, Polres Kukar menyiapkan kurang lebih 150 anggota untuk mendukung kegiatan pencegahan maupun penanganan karhutla.
Namun, personel tersebut tidak ditempatkan pada satu lokasi tertentu. Penempatan akan menyesuaikan dengan lokasi munculnya titik api dan wilayah hukum kepolisian terdekat.
Khairul menjelaskan, apabila ditemukan titik api, personel terdekat akan segera diarahkan menuju lokasi. Misalnya, jika titik api ditemukan di wilayah Tenggarong Seberang atau Muara Kaman, maka personel dari Polsek yang berada paling dekat dengan lokasi akan dikerahkan terlebih dahulu.
“Semua akan dikoordinasikan. Nanti kita akan meluncurkan personel yang terdekat dengan lokasi. Setelah itu kita akan berkoordinasi dengan instansi-instansi terkait untuk membantu kegiatan pemadaman api,” pungkasnya.
Penulis: Aulia Rahmatul Azizah





