Tekan Enter untuk mencari

Kemenag Kukar dan Kemenag Kaltim Kompak Dukung Penutupan Ponpes Ibadurrahman

Foto: Aksi demonstrasi TRC PPA Kaltim di depan Kantor Kemenag Kukar.

Akupedia.id, Tenggarong – Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menyatakan setuju terhadap opsi penutupan Pondok Pesantren Ibadurrahman di Kecamatan Tenggarong Seberang menyusul kasus pencabulan yang terjadi berulang di lingkungan pondok pesantren tersebut.

Pernyataan itu disampaikan langsung oleh Kepala Kantor Kemenag Kukar, Ariyadi, saat menemui massa Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak (TRC PPA) Kalimantan Timur (Kaltim) yang menggelar aksi demonstrasi di halaman Kantor Kemenag Kukar, Senin (15/6/2026).

Di hadapan para demonstran, Ariyadi menegaskan sikap Kemenag Kukar dengan menyatakan dukungan terhadap penutupan pondok pesantren tersebut. Pernyataan itu bahkan diulang sebanyak tiga kali sebagai bentuk ketegasan atas kasus yang kembali mencuat.

“Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kutai Kartanegara, atas nama Ariyadi, menyatakan setuju atas penutupan Pondok Pesantren Ibadurrahman, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur,” tegasnya.

Dukungan serupa juga disampaikan Kepala Bidang Pondok Pesantren Kemenag Kalimantan Timur, M Isnaini. Ia mengatakan penutupan pondok pesantren kini menjadi salah satu opsi yang sedang ditempuh setelah sebelumnya dilakukan penghentian penerimaan santri baru serta usulan pergantian pengurus yayasan.

“Sesuai yang disampaikan oleh Kepala Kemenag Kukar tadi, kami juga setuju dan sepakat untuk melakukan penutupan pondok pesantren tersebut,” ujarnya.

Meski demikian, Isnaini menegaskan bahwa langkah penutupan tidak dapat dilakukan secara instan dan harus mengikuti mekanisme serta ketentuan yang berlaku di lingkungan Kementerian Agama.

Menurutnya, proses administrasi dan kajian yang diperlukan tetap harus dilaksanakan sebelum keputusan final diambil.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak menggeneralisasi kasus yang terjadi terhadap seluruh pondok pesantren. Sebab, masih banyak lembaga pendidikan berbasis keagamaan yang menjalankan fungsi pendidikan dan pembinaan dengan baik.

“Masih banyak pondok pesantren yang lebih baik dan berkualitas, dan ini perlu untuk terus kita dukung,” tutupnya.

Penulis: Aulia Rahmatul Azizah

Rekomendasi

Pasang Iklan di sini