Tekan Enter untuk mencari

Netanyahu Kena Kanker, Oposisi Bersatu Gulingkan di Pemilu 2026

PM Israel Benjamin Netanyahu jatuh sakit setelah keracunan makanan sejak Sabtu malam pekan lalu. Foto/via Ohad Zwigenberg

Akupedia.id – Dinamika politik Israel kian memanas jelang pemilu parlemen yang dijadwalkan berlangsung Oktober mendatang. Pemimpin oposisi Yair Lapid memastikan akan berkoalisi dengan mantan perdana menteri Naftali Bennett untuk menghadapi petahana Benjamin Netanyahu.

Lapid menyatakan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya besar untuk menggulingkan Netanyahu dan membangun kembali arah politik Israel.

“Kami akan mengumumkan langkah pertama dalam proses memperbaiki Negara Israel,” ujar Lapid dalam pernyataannya di media sosial. Ia menambahkan, penggabungan partai menjadi strategi untuk memusatkan kekuatan oposisi.

“Langkah ini menghadirkan penyatuan Blok Perbaikan, sehingga seluruh upaya dapat difokuskan untuk membawa Israel menuju pemulihan yang dibutuhkan,” lanjutnya.

Koalisi ini menyatukan dua kekuatan politik berbeda, yakni Bennett yang berhaluan kanan dan Lapid yang dikenal moderat. Keduanya selama ini menjadi pengkritik keras kebijakan Netanyahu, terutama terkait konflik berkepanjangan sejak 2023.

Sejumlah survei bahkan menunjukkan Bennett menjadi kandidat terkuat untuk menantang dominasi Netanyahu dalam pemilu kali ini. Jika koalisi berjalan solid, peluang perubahan kepemimpinan di Israel terbuka lebar.

Di sisi lain, kondisi kesehatan Netanyahu juga menjadi sorotan publik. Pemimpin berusia 76 tahun itu mengungkapkan dirinya tengah menjalani perawatan setelah didiagnosis kanker prostat.

Dalam pernyataannya, Netanyahu menyebut temuan medis tersebut sempat ditunda untuk diumumkan.
Ia juga mengonfirmasi bahwa dokter menemukan tumor ganas di prostatnya dengan ukuran kurang dari satu sentimeter.

Meski demikian, Netanyahu menegaskan tetap akan memimpin partainya dalam pemilu mendatang. Jika kembali menang, ia berpotensi mencatatkan rekor sebagai pemimpin dengan masa jabatan terlama dalam sejarah Israel.

Situasi ini menempatkan Netanyahu dalam tekanan ganda dari sisi politik melalui koalisi oposisi yang menguat, serta dari sisi kesehatan yang kini menjadi perhatian publik.

Rekomendasi

Pasang Iklan di sini