Simpang Odah Etam Jadi Magnet Baru Ekonomi dan Kreativitas di Tenggarong

Akupedia.id, Kutai Kartanegara – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) terus memperkuat komitmennya dalam menumbuhkan sektor ekonomi kreatif melalui berbagai inovasi berbasis masyarakat. Salah satu langkah nyata yang kini mencuri perhatian publik adalah penyelenggaraan Simpang Odah Etam (SOE) sebuah kegiatan rutin setiap malam Minggu yang sukses menghidupkan suasana pusat kota Tenggarong dengan nuansa seni, kuliner, dan kreativitas.

Gelaran ini berlangsung di Jalan Kartanegara, tepat di depan Pendopo Bupati Kukar. Setiap Sabtu malam, kawasan tersebut berubah menjadi ruang publik penuh warna yang menghadirkan pertunjukan seni, musik, kuliner, serta partisipasi aktif pelaku UMKM lokal. Antusiasme masyarakat pun terus meningkat seiring berkembangnya kegiatan ini menjadi ikon hiburan dan ekonomi baru di Kukar.

Baca juga  Djarot Saiful Hidayat Hadiri Pendidikan Kader Tingkat Madya PDIP Kaltim

“Kehadiran SOE berhasil menarik perhatian masyarakat dengan menghadirkan berbagai unsur hiburan, seni pertunjukan, musik, serta kuliner yang menghidupkan ekonomi lokal. UMKM kita semakin berkembang melalui kegiatan ini,” ujar Zikri Umulda, Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Kukar.

Menurut Zikri, SOE merupakan hasil sinergi antara tiga organisasi perangkat daerah (OPD): Dinas Pariwisata, Dinas Koperasi dan UKM, serta Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP). Kolaborasi ini menjadi kunci dalam membangun ruang kreatif yang tidak hanya menghibur masyarakat, tetapi juga memperkuat pemberdayaan ekonomi dan pelayanan publik.

Baca juga  Pesta Laut Samboja 2025 Angkat Budaya Pesisir dan Gerakkan Ekonomi Lokal

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menghadirkan ruang publik yang inklusif dan produktif. Tidak hanya hiburan semata, tetapi juga wadah untuk mempertemukan masyarakat dengan berbagai layanan seperti perizinan usaha, pelatihan UMKM, serta ekspresi seni dan budaya,” jelasnya.

SOE kini menjadi tempat berinteraksi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat. Selain menampilkan seniman lokal, kegiatan ini juga membuka ruang bagi pelaku UMKM untuk memperluas pasar. Booth-booth yang berjejer menampilkan beragam produk mulai dari kuliner khas Kukar, minuman kekinian, hingga kerajinan tangan buatan warga.

Menariknya, pengunjung juga dapat berkonsultasi langsung mengenai perizinan usaha melalui layanan yang disediakan DPMPTSP. Hal ini menjadi bukti bahwa event tersebut bukan sekadar hiburan, melainkan sarana edukasi dan pemberdayaan ekonomi.

Baca juga  Muhammad Samsun Berikan Pembinaan Wawasan Kebangsaaan Kepada Pelajar SMA Negri 2 Samboja

Zikri menambahkan, pendekatan kolaboratif seperti SOE akan terus diperluas oleh Dispar Kukar dalam program pengembangan ekonomi kreatif selanjutnya. Ia juga mengapresiasi semangat masyarakat yang selalu hadir dan berpartisipasi aktif setiap pekan.

“Setiap malam Minggu, warga datang bersama keluarga, menikmati pertunjukan musik dan berbelanja produk UMKM lokal. Bahkan, banyak pengunjung dari luar Kukar yang ikut hadir. Ini bukti bahwa SOE memberi dampak positif, tidak hanya bagi ekonomi, tapi juga memperkuat nilai sosial dan budaya di Tenggarong,” tutupnya. (Adv/Arf)

Berita Lainnya