Akupedia.id – Tim Basarnas akhirnya berhasil menjangkau lokasi jatuhnya helikopter Airbus H130 PK-CFX di kawasan perbukitan terjal wilayah Nanga Taman, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, pada Rabu malam (16/4/2026). Tim darat tiba di lokasi kejadian sekitar pukul 19.00 WIB dan langsung melakukan penilaian awal terhadap kondisi di lapangan.
Dari hasil pengamatan awal, terlihat jejak sapuan baling-baling helikopter sepanjang kurang lebih 500 meter yang mengarah menukik dari bawah ke atas sebelum akhirnya menghantam dinding bukit dengan kemiringan sekitar 65 derajat. Lokasi jatuhnya helikopter berada di area yang sulit dijangkau, tepatnya di Bukit Puncak kawasan Nanga Kiungkang.
Dalam proses evakuasi, petugas menemukan seluruh korban dalam kondisi meninggal dunia. Sebanyak tujuh korban ditemukan terjepit di dalam badan helikopter yang hancur, sementara satu korban lainnya ditemukan terlempar dan tersangkut di pohon dengan jarak sekitar satu meter dari badan pesawat.
Evakuasi berlangsung dramatis mengingat kondisi medan yang curam dan minim akses. Meski demikian, seluruh korban berhasil dievakuasi pada pukul 22.03 WIB di hari yang sama. Identifikasi awal terhadap korban juga langsung dilakukan di lokasi oleh pihak perusahaan terkait.
Selanjutnya, seluruh jenazah dibawa menuju titik kumpul di puncak bukit sebelum dievakuasi ke posko utama. Pada Kamis pagi (17/4/2026) sekitar pukul 06.00 WIB, seluruh korban tiba di posko dan kemudian dibawa menggunakan ambulans menuju fasilitas militer di 642 Kapuas Sanggau.
Proses pemindahan korban berlanjut pada pukul 09.15 WIB, saat helikopter Super Puma dikerahkan untuk membawa jenazah menuju Bandara Supadio, Pontianak. Seluruh korban kemudian diterbangkan dengan durasi sekitar 40 menit sebelum akhirnya dibawa ke RS Bhayangkara Pontianak untuk proses identifikasi lanjutan.
Peristiwa tragis ini menjadi duka mendalam, sekaligus pengingat akan tingginya risiko penerbangan di wilayah dengan kondisi geografis ekstrem.





