Tekan Enter untuk mencari

DPRD Kukar Sebut Fasilitas Pendidikan di Dapil 5 Baru Terpenuhi 70 Persen

Foto: Anggota DPRD Kabupaten Kutai Kartanegara Dapil 5, Eko Wulandanu.

Akupedia.id, Tenggarong – Peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) menjadi salah satu fondasi penting dalam pembangunan daerah. Karena itu, sektor pendidikan perlu terus diperkuat, termasuk melalui penyediaan fasilitas belajar yang memadai bagi para siswa.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) Dapil 5, Eko Wulandanu, menilai pendidikan menjadi sektor yang harus mendapat perhatian serius. Terlebih, pendidikan merupakan bagian dari mandatory spending atau belanja wajib dalam pembangunan.

“Sektor pendidikan ini menjadi perhatian serius karena memang bagian dari mandatory spending kita dalam membangun,” ujarnya, Rabu (28/10/2026).

Menurutnya, kekuatan ekonomi dan kekayaan sumber daya alam yang dimiliki suatu daerah tidak akan cukup untuk menjamin kemajuan apabila tidak diimbangi dengan kualitas SDM yang memadai.

Ia juga menilai, pembangunan bahkan berpotensi berjalan lambat jika tidak didukung sumber daya manusia yang lebih baik dan mumpuni.

“Bahkan akan berjalan dengan lambat karena tidak didukung oleh sumber daya manusia yang lebih baik, yang mumpuni lah,” katanya.

Di sisi lain, Eko mengakui pembangunan sektor pendidikan menghadapi tantangan tersendiri, terutama di tengah kondisi efisiensi anggaran yang saat ini berlangsung.

“Jadi itu, sektor pendidikan itu penting karena ini menjadi sebuah tantangan kita ke depan dalam menghadapi efisiensi anggaran seperti yang kita alami saat ini,” tuturnya.

Selain persoalan anggaran, Eko turut menyoroti kondisi fasilitas pendidikan di Dapil 5 Kukar yang meliputi Kecamatan Loa Kulu, Loa Janan, dan Samboja Barat.

Menurutnya, ketersediaan bangunan sekolah dan fasilitas pendukung kegiatan belajar-mengajar di wilayah tersebut masih belum sepenuhnya memenuhi standar yang diharapkan.

“Tentu belum, belum memenuhi standar yang kita harapkan. Masih kurang, progresnya baru 70 persen lah kalau menurut kami,” ungkapnya.

Artinya, masih terdapat sekitar 30 persen kebutuhan fasilitas pendidikan yang perlu dikejar agar dapat memenuhi standar yang diharapkan.

“Jadi 30 persennya harus kita kejar lagi untuk mencapai 100 persen agar anak-anak didik kita itu memiliki fasilitas yang cukup untuk bisa melaksanakan kegiatan belajar-mengajar dengan nyaman,” pungkasnya.

Ia pun berharap, peningkatan fasilitas pendidikan dapat terus menjadi perhatian dalam perencanaan pembangunan daerah.

Sebab, kata Eko, dengan sarana belajar yang lebih memadai, kualitas proses belajar-mengajar semakin baik dan mampu mendukung peningkatan SDM di Kukar. (Adv/DPRD Kukar)

Penulis: Aulia Rahmatul Azizah

Rekomendasi

Pasang Iklan di sini