Akupedia.id, Tenggarong – Persiapan pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran dan Hadits (MTQH) XLVI tingkat Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) 2026 di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus dimantapkan. Sejumlah tahapan awal telah diselesaikan, termasuk pematangan bahan ekspos yang akan disampaikan kepada panitia provinsi dan perwakilan kabupaten/kota.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar, Sunggono, mengatakan persiapan ekspos telah dibahas bersama seluruh bidang dan panitia yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut, dalam rapat yang digelar di Ruang Rapat Sekda, Senin (2/10/2026).
Ekspos pun dijadwalkan berlangsung Selasa, 3 November 2026 di Pendopo Bupati Kukar, dengan dihadiri perwakilan kabupaten/kota serta unsur Pemerintah Provinsi Kaltim.
“Alhamdulillah hari ini kita sudah menuntaskan tahapan persiapan awal untuk bahan ekspos yang akan dilakukan besok terhadap panitia provinsi, termasuk kabupaten/kota yang akan menjadi bagian penting dari pelaksanaan MTQ tingkat provinsi Kalimantan Timur,” ujarnya usai rapat.
Sunggono menyebut, dari hasil diskusi bersama seluruh bidang, materi ekspos yang akan disampaikan telah sesuai dengan tugas dan tanggung jawab masing-masing panitia.
Ia berharap seluruh persiapan yang telah dilakukan dapat berjalan sesuai dengan rencana, sehingga pelaksanaan MTQH nantinya bisa berlangsung sebagaimana yang diharapkan.
“Tadi dari hasil diskusi bahan ekspos yang akan saya sampaikan besok, Alhamdulillah semua teman-teman bidang, semua panitia yang terlibat menyatakan sudah sesuai dengan yang menjadi tugas mereka. Mudah-mudahan pada saatnya nanti semuanya betul-betul bisa menjadi sesuai dengan yang kita harapkan,” jelasnya.
Meski demikian, masih terdapat sejumlah penyempurnaan kecil yang perlu dilakukan menyusul perubahan konsep, termasuk penyesuaian lokasi kegiatan dan pengaturan penjagaan.
Pembahasan tersebut juga mencakup penataan arena utama agar pelaksanaan MTQH berlangsung tertib dan tetap memperhatikan estetika.
Salah satunya melalui pengaturan pemasangan spanduk dan baliho, baik dari panitia maupun pihak lain yang ingin memberikan dukungan atau ucapan selama pelaksanaan kegiatan.
Menurut Sunggono, ukuran dan jumlah baliho maupun spanduk akan dibatasi serta diseragamkan agar tidak mengganggu tampilan arena utama.
“Ada beberapa hal kecil yang tadi ditambahkan sebagai bagian dari dinamika konsep yang berubah karena ada perubahan tempat, misalnya, kemudian juga ada perubahan penjagaan, itu yang tadi kami diskusikan. Dan Alhamdulillah semua sudah bisa disepakati untuk seperti apa formatnya,” ungkapnya.
Ia menambahkan, penataan arena utama menjadi salah satu perhatian panitia, termasuk dalam mengatur berbagai atribut yang akan dipasang selama kegiatan.
“Kita berharap untuk tertib, untuk menjaga estetika di panggung atau di arena utama. Nanti mungkin spanduk yang dipasang, baliho, itu kita batasi jumlahnya, ukurannya diseragamkan supaya rapi,” katanya.
Pengaturan tersebut juga berlaku bagi pihak lain yang ingin memasang baliho maupun spanduk, termasuk organisasi perangkat daerah (OPD), kecamatan dan kelurahan yang ingin menyampaikan ucapan atau bentuk dukungan lainnya.
Sunggono menilai, penataan yang terkoordinasi diperlukan agar seluruh atribut yang dipasang dapat ditempatkan sesuai dengan kebutuhan dan tidak mengurangi kerapian lokasi pelaksanaan.
“Nah kemudian juga untuk mungkin ada pihak lain yang berkeinginan untuk membuat baliho, spanduk dan lain sebagainya juga kita tetapkan ukurannya supaya kita bisa tempatkan di tempat yang sesuai, tempat yang rapi juga, yang bagus, sehingga semua tugas terkoordinasinya baik,” lanjutnya.
Selain kesiapan kegiatan, venue pelaksanaan telah dipastikan. Pemerintah daerah juga telah melakukan pengecekan terhadap sejumlah hotel dan penginapan yang akan digunakan sebagai tempat tinggal kafilah dari berbagai kabupaten/kota.
Beberapa daerah yang telah dipastikan kebutuhan penginapannya antara lain Balikpapan, Samarinda, Berau, Paser, Penajam Paser Utara (PPU), Kutai Barat dan Mahakam Ulu.
“Venue insya Allah sudah fix. Kemudian saya sendiri kemarin bersama pengurus inti sudah sesuai dengan arahan Pak Bupati langsung mengecek semua hotel, semua penginapan yang direncanakan menjadi tempat basecamp, tempat menginap dari kafilah,” katanya.
Ia menjelaskan, akomodasi peserta tidak seluruhnya menggunakan hotel. Panitia juga menyiapkan sejumlah penginapan dan homestay yang dinilai representatif untuk menampung kafilah.
Salah satunya bagi kafilah Kutai Timur yang akan menggunakan homestay, termasuk beberapa rumah penduduk yang telah melalui pengecekan.
“Semua sudah saya datangi, baik untuk Balikpapan, Samarinda, Berau, Paser, PPU, kemudian juga termasuk Kubar dan Mahulu. Ada penginapan juga, ada yang homestay juga. Seperti Kutai Timur pakai homestay, dengan beberapa rumah penduduk yang lain yang memang sudah dicek juga sangat-sangat representatif,” ungkapnya.
Sunggono menegaskan, meski persiapan telah berjalan cukup jauh, tahapan tersebut belum dapat dikatakan rampung sepenuhnya.
“Belum 100, ini kan belum sampai di situ. Tapi intinya ya sudah di atas 80-an,” pungkasnya.
Meski demikian, ia berharap pelaksanaan MTQH XLVI tingkat Provinsi Kaltim di Kukar nantinya dapat berlangsung lancar dan memberikan kenyamanan bagi seluruh peserta serta tamu yang hadir. (Adv/Diskominfo Kukar)
Penulis: Aulia Rahmatul Azizah
Editor: Aditya Lesmana





