Akupedia.id, Tenggarong – Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura ke-XXI, Sultan Aji Muhammad Arifin, meminta adat dan budaya Kutai terus diangkat dan dikembangkan dari tahun ke tahun. Hal itu disampaikannya dalam momentum peringatan 244 tahun Kota Tenggarong, Senin (28/9/2026).
Menurut Sultan, keberlangsungan adat dan budaya membutuhkan dukungan pemerintah agar tetap hidup dan dapat berkembang mengikuti zaman.
“Masalah adat budaya itu setiap tahun harus diangkat. Tidak boleh ditinggal dan harus diangkat. Harus kita tetapkan dan kita lebih majukan lagi agar bisa lebih berkembang,” ujar Sultan.
Ia juga mendukung upaya agar kebudayaan Kutai dapat dikenal lebih luas hingga ke tingkat internasional.
“Kalau bisa sampai kanca internasional,” katanya.
Pesan tersebut kemudian mendapat penekanan dari Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Aulia Rahman Basri.
Menurut Aulia, nilai-nilai yang diwariskan Kesultanan tidak hanya berkaitan dengan pelestarian adat dan budaya, tetapi juga dapat menjadi teladan dalam menjalankan pemerintahan.
Ia menyoroti makna tema “Raja Menjamu Rakyatnya” yang menurutnya memiliki pesan utama tentang pelayanan.
“Makna dari Raja Menjamu Rakyatnya adalah makna pelayanan. Bagaimana Yang Mulia Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura memberikan keteladanan kepada kami semua, para pelayan masyarakat, bagaimana kita harus bersikap terhadap masyarakat, terhadap rakyat,” kata Aulia.
Aulia menegaskan, pemerintah pada dasarnya merupakan pelayan masyarakat. Karena itu, keteladanan tersebut harus diwujudkan dalam cara pemerintah memberikan pelayanan kepada warga.
Ia berharap pelayanan pemerintahan di Kukar ke depan semakin humanis dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat. Berbagai proses pelayanan juga harus terus diupayakan agar lebih mudah dan tidak menyulitkan warga.
“Harapan kita ke depan pelayanan pemerintahan yang ada di Kabupaten Kutai Kartanegara itu lebih humanis lagi, lebih adaptif dengan kebutuhan masyarakat, selalu berusaha untuk mempermudah setiap proses layanan-layanan kepada masyarakat,” ujarnya.
Menurut Aulia, pelayanan yang baik pada akhirnya harus membuat masyarakat merasakan kehadiran pemerintah dalam kehidupan sehari-hari.
“Sehingga masyarakat selalu merasa bahwa pemerintah benar-benar hadir di tengah masyarakat,” tuturnya.
Ia pun menegaskan keteladanan tersebut menjadi salah satu nilai yang harus dibawa pemerintah dalam memaknai rangkaian kebudayaan dan peringatan Kota Tenggarong tahun ini.
Ara





