Akupedia.id, Tenggarong – Kondisi jalan penghubung antar desa di wilayah Kecamatan Sebulu, khususnya ruas Beloro menuju Sebulu Modern, hingga kini masih mengalami kerusakan parah dan belum masuk tahap penanganan fisik. Jalan tersebut merupakan akses vital konektivitas antar desa yang menopang mobilitas warga, distribusi hasil pertanian, serta aktivitas sosial masyarakat setempat.
Keluhan masyarakat pun terus bermunculan. Warga menyuarakan keresahan mereka melalui media sosial, mengungkapkan bahwa kerusakan jalan tersebut telah berlangsung selama puluhan tahun dan semakin menyulitkan aktivitas harian, terutama saat musim hujan ketika jalan berubah menjadi berlumpur dan licin.
Camat Sebulu, Edy Fachruddin, mengatakan kondisi jalan semakin memburuk karena struktur permukaannya masih didominasi tanah. Saat hujan turun, jalan menjadi sulit dilalui kendaraan, baik roda dua maupun roda empat, sehingga menghambat akses pendidikan, ekonomi, dan layanan dasar masyarakat.
“Informasi terakhir masih dalam proses, kemungkinan masih ada penyesuaian kebijakan atau rotasi penanganan. Namun, kemarin sudah ditinjau langsung oleh Bapak Bupati bersama Dinas PU, sehingga setidaknya bisa dilakukan pengerasan sebagai tahap awal,” ujarnya.
Ia menjelaskan, panjang ruas jalan yang direncanakan untuk ditangani sekitar 400 hingga 600 meter, sementara total kerusakan secara keseluruhan hampir mencapai 1 kilometer. Jalan tersebut memiliki fungsi strategis sebagai penghubung antar desa di wilayah Sebulu.
“Kalau kondisinya sudah baik, Beloro bisa tersambung langsung sampai ke Lekaq Kidau. Tapi saat ini, jalur Beloro menuju Tanjung Harapan masih belum bisa dilewati karena kerusakannya cukup parah,” jelasnya.
Ia berharap pemerintah daerah dapat segera merealisasikan perbaikan awal, minimal berupa pengerasan jalan, sebagai langkah darurat untuk membuka kembali akses warga.
Menurutnya, perbaikan tersebut sangat penting agar aktivitas sosial dan ekonomi antar desa dapat kembali berjalan normal, terutama di tengah tingginya curah hujan yang kerap memperparah kondisi jalan.
Penulis: Aulia Rahmatul Azizah





