Indonesia Perkenalkan Senjata Laser Portabel, Diklaim Pertama di Dunia

PT PAL Indonesia meluncurkan portabel senjata laser pertama di dunia - Foto: Dok. PT PAL

Akupedia.id – Indonesia kembali mencatatkan terobosan di sektor pertahanan. PT PAL Indonesia resmi memperkenalkan senjata laser portabel yang diklaim sebagai yang pertama di dunia. Inovasi ini disebut menjadi tonggak baru dalam pengembangan alat utama sistem persenjataan (alutsista) nasional untuk memperkuat perlindungan wilayah Indonesia.

Direktur Utama PT PAL Indonesia, Kaharuddin Djenod, mengungkapkan bahwa senjata laser tersebut memiliki kemampuan tembak efektif hingga jarak 500 meter dengan tingkat daya rusak yang tinggi. Keunggulan ini menjadikannya sebagai sistem persenjataan modern yang efisien, presisi, serta relatif sulit dideteksi oleh pihak lawan.

Baca juga  Penghargaan Wahana Tata Nugraha 2024, Awal Baru untuk Transportasi Kukar!

“Teknologi laser yang kami kembangkan dirancang dengan tingkat presisi tinggi, mampu memfokuskan radiasi energi ke sasaran pada jarak menengah hingga jauh,” ujar Kaharuddin dalam keterangan tertulis, Minggu (21/12/2025).

Lebih lanjut, PT PAL Indonesia tidak hanya berhenti pada pengembangan perangkat portabel. Perusahaan pelat merah tersebut telah menyiapkan langkah strategis untuk mengintegrasikan senjata laser ini ke dalam platform laut. Salah satu rencana utamanya adalah pemasangan pada Frigate Merah Putih, kapal perang andalan Indonesia, guna memperkuat sistem pertahanan udara sekaligus meningkatkan kemampuan serangan presisi.

Baca juga  Presiden Jokowi Lantik Dito Ariotedjo Sebagai Menpora, Menteri Termuda di Kabinet Indonesia Maju

Menurut Kaharuddin, pengembangan teknologi laser ini menjadi bukti keseriusan PT PAL bersama para pemangku kepentingan dalam meningkatkan daya saing industri maritim dan pertahanan nasional. Inovasi tersebut juga diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia dalam penguasaan teknologi pertahanan mutakhir.

PT PAL menegaskan komitmennya untuk memenuhi kebutuhan strategis militer Indonesia melalui kemampuan industri dalam negeri. Ketergantungan terhadap produk luar negeri ingin ditekan melalui penguatan riset dan pengembangan (research and development/R&D) sebagai fondasi utama menuju kemandirian industri pertahanan.

Baca juga  Emir Moeis Serahkan Surat Dukungan, Guna Melangkah Maju ke DPD-RI 2024

Selain itu, Kaharuddin menyampaikan bahwa PT PAL membuka peluang luas bagi talenta-talenta terbaik bangsa untuk terlibat dalam pengembangan teknologi strategis tersebut. Ia menilai, upaya membangun kedaulatan maritim dan pertahanan tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan kontribusi kolektif dari sumber daya manusia unggul Indonesia.

“Terobosan ini diharapkan mampu mempercepat lompatan teknologi nasional, sekaligus menjaga marwah dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia di tingkat global,” pungkasnya.

Berita Lainnya