Anak Terluka Parah Akibat Penyiksaan oleh Ayah dan Tante Saat Mabuk

Sumber: Tribunnews.com

Akupedia.idNias – Seorang anak di Nias kini harus menanggung luka serius yang menyebabkan cacat permanen pada kakinya setelah menjadi korban kekerasan yang dilakukan oleh ayahnya yang sedang dalam keadaan mabuk. Insiden tragis ini melibatkan juga tante dari korban yang turut melakukan penyiksaan pada anak tersebut, membuatnya semakin memprihatinkan.

Menurut informasi yang diterima, kekerasan ini terjadi ketika sang ayah, yang tengah berada dalam pengaruh alkohol, kehilangan kendali dan melampiaskan amarahnya kepada sang anak. Tantenya yang berada di lokasi turut terlibat dalam tindakan penganiayaan tersebut. Akibat kekerasan ini, sang anak mengalami luka serius yang tidak hanya menyebabkan rasa sakit tetapi juga berdampak pada masa depannya dengan adanya cacat permanen pada kaki.

Baca juga  Tanggapan PDI Perjuangan Atas Pembatalan Indonesia Tuan Rumah Piala Dunia U-20

Pihak berwajib setempat segera melakukan penangkapan terhadap pelaku, yang kini sedang menjalani proses hukum. Kejadian ini menjadi sorotan luas, dengan banyak pihak yang menyoroti kondisi sosial yang memungkinkan terjadinya kekerasan dalam keluarga. Kasus ini mengingatkan kita akan pentingnya perlindungan anak dan keluarga terhadap dampak negatif dari kebiasaan buruk, seperti penyalahgunaan alkohol.

Baca juga  Gunakan PKS Sebagai Perahu, Narji Resmi Daftar Caleg DPR RI

Selain dampak fisik yang dialami anak tersebut, insiden ini juga menimbulkan pertanyaan besar tentang kurangnya pengawasan dan perhatian dari lingkungan sekitar. Banyak yang berpendapat bahwa pengawasan yang lebih ketat terhadap orang tua dan keluarga dapat membantu mencegah kejadian-kejadian serupa. Pihak kepolisian pun menegaskan bahwa penanganan kasus ini akan dilakukan dengan serius, dan upaya untuk memberikan keadilan kepada korban akan terus dilakukan.

Baca juga  Warga Bekasi Mengeluh Tak Dapat Air Bersih, Tagihan PDAM Tetap Jalan

Kasus ini juga membuka wacana tentang perlunya pendidikan kepada masyarakat terkait hak-hak anak dan perlindungan dari kekerasan. Diharapkan, dengan adanya kesadaran yang lebih tinggi, tindakan kekerasan terhadap anak bisa diminimalisir, dan masa depan anak-anak Indonesia dapat terjamin dengan lebih baik.

Sumber: https://www.detik.com/jatim/hukum-dan-kriminal/d-7622155/anak-yang-bunuh-bapaknya-sendiri-di-jember-tertangkap

Penulis: Febria DV

Berita Lainnya