Kondisi Ekonomi Sektor Jasa Keuangan Provinsi Kaltim Stabil Pasca Covid-19

Caption: Grafik perkembangan sektor perbankan Kaltim.

Portalborneo.or.id, Samarinda – Berdasarkan data terbaru, kinerja perekonomian Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menunjukkan kestabilan yang membanggakan, dengan inflasi pada Juni 2023 terkendali di angka 3,76 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kontribusi positif ini dipengaruhi oleh kondisi sektor jasa keuangan yang tetap stabil, dengan kinerja intermediasi yang mengalami pertumbuhan positif.

Kepala Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kalimantan Timur, Made Yoga Sudharma, menyebutkan, pada bulan Mei 2023, kinerja perbankan di Kaltim menunjukkan pertumbuhan positif yang signifikan, tercermin dari peningkatan aset dan dana pihak ketiga (DPK) masing-masing mencapai 22,80 persen dan 22,27 persen (yoy).

“Tren peningkatan aset perbankan di Kaltim terus berlanjut, mencapai Rp164,31 triliun pada posisi Mei 2023, yang merupakan peningkatan sebesar 22,80 persen dibandingkan posisi pada Mei 2022. Sementara itu, total DPK perbankan di Kaltim juga mengalami peningkatan signifikan, mencapai Rp153,38 triliun atau meningkat sebesar 22,27 persen (yoy) dari posisi pada Mei 2022 yang tercatat sebesar Rp125,45 triliun. Komposisi DPK di Kaltim didominasi oleh tabungan dan giro dengan porsi mencapai Rp110,1 triliun atau sebesar 71,78 persen dari total DPK,” jelas Kepala Kantor OJK Kaltim Made dalam keterangan resminya, Rabu (26/7/2023).

Baca juga  Bertemu Kemendagri, Pemkot Samarinda Siapkan Usulan Penunjang IKN

Pertumbuhan ekonomi pasca pandemi COVID-19 semakin terlihat dengan pemulihan dunia usaha yang semakin baik. Pertumbuhan kredit terus meningkat pada kredit lokasi bank dan lokasi proyek pada bulan Mei 2023, dengan masing-masing tumbuh sebesar 11,84 persen dan 20,98 persen (yoy). Penyaluran kredit bank di Kaltim mencapai Rp81 triliun, meningkat dibandingkan posisi pada Mei 2022 yang tercatat sebesar Rp74,11 triliun. Sementara itu, penyaluran kredit bank di lokasi proyek di Kaltim mencapai Rp174,93 triliun, juga mengalami peningkatan dari posisi pada Mei 2022 yang tercatat sebesar Rp144,59 triliun.

Selain itu, jumlah investor di pasar modal Provinsi Kalimantan Timur juga terus meningkat setiap periode. Ini tentu menandakan tingginya minat investasi di kalangan masyarakat. Jumlah investor saham, yang tercermin dalam nilai Single Investor Identification (SID) periode Mei 2023, tercatat sebanyak 78.464 SID atau meningkat sebesar 22,9 persen (yoy) dibandingkan Mei 2022.

“Instrumen reksadana juga menjadi pilihan investasi yang populer di kalangan masyarakat. Jumlah investor reksadana pada Mei 2023 tercatat sebanyak 180.922 SID, mengalami peningkatan sebesar 29,16 persen (yoy) dibandingkan Mei 2022,” sebutnya.

Berdasarkan data terkini, investor saham terbesar berasal dari Kota Balikpapan, Samarinda, dan Kutai Kartanegara dengan masing-masing sebanyak 25.857 SID, 23.741 SID, dan 7.246 SID. Sementara itu, investor reksadana terbesar juga berasal dari Kota Samarinda, Balikpapan, dan Kutai Kartanegara dengan masing-masing sebanyak 52.060 SID, 50.584 SID, dan 24.653 SID.

Baca juga  Politikus PDI Perjuangan Kaltim Tanggapi Usualan Cak Imin Terkait Pengapusan Jabatan Gubernur

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama dengan seluruh pihak terkait di Provinsi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara terus melakukan edukasi dan pelindungan konsumen. Hingga bulan Mei 2023, telah dilakukan edukasi secara langsung kepada 3.459 peserta, dimana 56 persen peserta merupakan pelajar/mahasiswa.

OJK Kalimantan Timur menyelenggarakan berbagai macam kegiatan sosialisasi dan edukasi melalui jalur digital maupun luring, seperti seminar, Training of Trainers (ToT), Webinar, Workshop, Podcast, Talkshow Radio, publikasi digital, dan media sosial. Kegiatan-kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat, pelaku industri, praktisi, dan akademisi mengenai ekonomi dan perkembangan keuangan di Indonesia. Dalam hal perlindungan konsumen, OJK Kalimantan Timur telah memfasilitasi penyelesaian 177 pengaduan konsumen melalui fasilitas aplikasi portal perlindungan konsumen (APPK).

Perkembangan program Tanggung Jawab Pembiayaan dan Keselamatan Berlalu Lintas (TPAKD) di Provinsi Kalimantan Timur juga menunjukkan hasil yang positif. Saat ini, provinsi ini memiliki 1 TPAKD Provinsi dan 4 TPAKD dari 10 Kabupaten/Kota, termasuk Samarinda, Bontang, Kukar, dan Berau.

Baca juga  Sektor Pertambangan dan Mineral Dominasi Tingkat Ekonomi Kaltim, Samsun Singgung Bidang Pariwisata dan Pertanian Kategori Menarik

Program unggulan TPAKD Provinsi Kalimantan Timur, yaitu KURKaltim.com, telah menyetujui 303 Debitur KUR dengan total dana yang telah disalurkan mencapai Rp31,31 miliar hingga Triwulan II 2023. Program K/PMR TPAKD Kabupaten Kutai Kartanegara, yaitu Kredit Kukar Idaman (KKI), juga memberikan bantuan pembiayaan sebesar Rp6,63 miliar kepada 410 pelaku UMKM di sektor pertanian, perikanan, pengolahan, serta perdagangan dan jasa. Jumlah Kredit Kukar Idaman meningkat sebesar 24,25 persen dari Triwulan I 2023 hingga Triwulan II 2023.

Selain itu, program K/PMR TPAKD Kota Samarinda, yang mencakup Kredit Berusaha, Beruntung, Berkah (Bertuah), juga telah menyalurkan dana sebesar Rp2,76 miliar kepada 130 debitur pelaku usaha produktif. Jumlah kredit Bertuah meningkat sebesar 32,14 persen dari Triwulan I hingga Triwulan II 2023.

Selain program K/PMR, TPAKD Kota Samarinda turut mendukung upaya peningkatan Literasi dan Inklusi Keuangan, serta mendorong budaya menabung sejak usia dini bagi pelajar sekolah melalui pelaksanaan program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR). Program KEJAR hingga saat ini telah memfasilitasi 26.408 di dominasi oleh pelajar tingkat Sekolah Dasar (SD) sebanyak 16.020 siswa, dan pelajar tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) sebanyak 4.515 siswa.

(Tim Redaksi Portalborneo.or.id/Frisca)

Berita Lainnya

© Copyright 2022 - 2023 Akupedia.id, All Rights Reserved