Tekan Enter untuk mencari

Temui Komunitas BMX dan Skate, Wabup Kukar Tegaskan Arena Tak Boleh Asal Jadi

Foto: Suasana diskusi antara Wakil Bupati Rendi Solihin bersama komunitas olahraga ekstrem di Kukar, Senin (30/3/2026) malam.

Akupedia.id, Tenggarong – Pro dan kontra dari komunitas terhadap fasilitas dan arena Skate Park yang dibangun pemerintah mendorong Wakil Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Rendi Solihin, turun langsung menemui para pengguna.

Pembangunan arena Skate Park ini sebelumnya menjadi sorotan karena dinilai belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan teknis para pengguna. Sejumlah komunitas bahkan menilai fasilitas yang ada berpotensi tidak optimal jika tidak segera dilakukan penyempurnaan.

Pertemuan dengan komunitas BMX, skateboard, dan inline skate digelar di kawasan Skate Park Tenggarong, Senin (30/3/2026) malam ini juga merupakan upaya menyerap masukan sekaligus meredam perbedaan pandangan antar komunitas.

“Memang ada pro dan kontra. Tapi tujuan utama pembangunan ini untuk meningkatkan kualitas fasilitas dan mendukung potensi olahraga ekstrem di Kukar,” ujar Rendi.

Ia mengakui, fasilitas yang dibangun Dinas Pekerjaan Umum (PU) belum sepenuhnya memenuhi ekspektasi seluruh komunitas. Sebagian menilai sudah cukup, namun sebagian lainnya menilai belum sesuai fungsi.

Hal ini menjadi perhatian serius pemerintah agar fasilitas yang dibangun tidak mengalami malfungsi, seperti yang terjadi di sejumlah daerah lain.

“Kita tidak ingin fasilitas ini tidak berfungsi sesuai peruntukannya,” tegasnya.

Rendi juga menyebut, peresmian yang sempat direncanakan harus ditunda karena pembangunan masih berlanjut pada tahun ini. Penyempurnaan dilakukan agar fasilitas benar-benar siap digunakan secara maksimal.

Sebagai langkah peningkatan kualitas, Pemkab Kukar mendorong Dinas PU untuk melakukan studi banding ke daerah yang telah memiliki fasilitas olahraga ekstrem unggulan, seperti Bali dan kawasan Slipi di Jakarta.

“Kalau ke luar daerah, jangan sekadar perjalanan biasa. Harus belajar dari yang terbaik dan diterapkan di Kukar,” katanya.

Selain kualitas, aspek keselamatan juga menjadi perhatian. Pemerintah berencana meniadakan area playground di sekitar arena olahraga ekstrem karena berpotensi membahayakan.

“Ini olahraga ekstrem, jadi tidak boleh berdekatan dengan area bermain anak-anak,” jelasnya.

Ke depan, fasilitas di Tenggarong akan dijadikan percontohan sebelum dikembangkan ke wilayah lain, seperti kawasan hulu dan pesisir.

Pemkab Kukar menargetkan fasilitas ini dapat menjadi salah satu yang terbaik di Indonesia, sejalan dengan potensi atlet daerah yang telah berprestasi di tingkat nasional hingga internasional.

“Potensi atlet kita sudah ada. Tinggal bagaimana fasilitasnya kita benahi agar benar-benar mendukung,” pungkasnya.

Penulis: Aulia Rahmatul Azizah

Rekomendasi

Pasang Iklan di sini