Tekan Enter untuk mencari

Taman Ulin Tenggarong Disorot, Diduga Jadi Lokasi Aktivitas Menyimpang

Foto: Botol alkohol dan obat-obatan yang ditemukan di sekitar Taman Ulin.

Akupedia.id, Tenggarong – Kondisi Taman Ulin, Tenggarong, menunjukkan wajah ruang publik yang kian kehilangan fungsi. Tak hanya dipenuhi sampah dan dedaunan kering, kawasan ini juga mulai menjadi titik aktivitas yang mengarah pada gangguan ketertiban umum.

Berdasarkan pantauan di lapangan pada Kamis (26/3/2026), di sejumlah sudut taman, ditemukan botol minuman beralkohol hingga bungkus obat-obatan. Situasi ini menguatkan kekhawatiran bahwa ruang terbuka hijau yang seharusnya menjadi tempat rekreasi masyarakat justru beralih fungsi menjadi area yang rawan disalahgunakan.

Kondisi tersebut diperparah dengan minimnya penerangan di malam hari. Area taman yang gelap praktis menjadi ruang tanpa pengawasan, membuka peluang bagi berbagai aktivitas menyimpang terjadi tanpa kontrol.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kutai Kartanegara (Kukar), Arfan Boma Pratama, menegaskan bahwa temuan di lapangan sudah masuk kategori gangguan ketertiban umum yang tidak bisa dianggap sepele.

“Ini bukan lagi soal kebersihan semata. Sudah ada indikasi pelanggaran ketertiban yang harus kami tangani,” ujarnya saat dikonfirmasi melalui telepon.

Ia mengakui, pengawasan di lapangan belum berjalan maksimal. Keterbatasan personel dan luasnya wilayah yang harus dijangkau menjadi kendala utama, terlebih saat intensitas aktivitas masyarakat meningkat selama Ramadan dan menjelang hari raya.

“Wilayah yang kami kawal luas, sementara personel terbatas. Kondisi ini tentu berpengaruh pada intensitas pengawasan di lapangan,” jelasnya.

Situasi ini sekaligus memperlihatkan lemahnya pengelolaan dan pengawasan ruang publik. Ketika perawatan terhenti dan pengawasan tidak optimal, taman yang seharusnya menjadi ruang aman justru berubah menjadi titik rawan.

Satpol PP Kukar pun menyatakan akan meningkatkan patroli dan penindakan sebagai langkah pengendalian. Namun, kondisi yang terjadi di Taman Ulin menunjukkan bahwa persoalan tidak bisa diselesaikan hanya dengan respons sesaat, melainkan membutuhkan pengelolaan yang konsisten dan terintegrasi.

“Kalau dibiarkan, ruang publik seperti ini bisa semakin jauh dari fungsi awalnya,” tegasnya.

Kasus Taman Ulin menjadi cerminan persoalan yang lebih besar: ketika pengelolaan tersendat dan pengawasan terbatas, ruang publik rentan berubah menjadi masalah baru di tengah masyarakat.

Penulis: Aulia Rahmatul Azizah

Rekomendasi

Pasang Iklan di sini