Akupedia.id, Tenggarong – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) secara resmi membuka Tangga Arung Square sebagai wajah baru pasar rakyat di Tenggarong. Peresmian tersebut dirangkai dalam kegiatan Apel Gabungan yang diikuti seluruh jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN), para pedagang pasar, serta unsur terkait lainnya, pada Senin (5/1/2026).
Peresmian Tangga Arung Square dipimpin langsung oleh Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa Tangga Arung Square merupakan hasil revitalisasi total Pasar Tangga Arung lama sekaligus menjadi bagian penting dari realisasi janji politik daerah yang tertuang dalam program Kukar Idaman dan disempurnakan melalui Kukar Idaman Terbaik.
Menurut Bupati, pembangunan pasar ini bukan sekadar menghadirkan bangunan baru, melainkan upaya serius pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas sarana perdagangan rakyat. Tangga Arung Square kini telah siap digunakan dengan menyediakan 703 lapak bagi para pedagang. Sebagian besar lapak tersebut sudah ditempati oleh pedagang yang sebelumnya beraktivitas di Pasar Tangga Arung lama.
“Pasar ini kita revitalisasi secara menyeluruh dan hari ini sudah siap dimanfaatkan. Alhamdulillah, mayoritas pedagang lama telah bermigrasi dan menempati lapak yang tersedia,” ujarnya.
Ia menjelaskan, konsep besar Tangga Arung Square tetap mempertahankan ciri khas pasar tradisional sebagai ruang ekonomi rakyat. Namun, dari sisi fasilitas dan penataan, pasar ini mengalami peningkatan signifikan dengan sentuhan semi-modern. Penataan tersebut diharapkan mampu menciptakan kenyamanan, ketertiban, serta daya tarik baru bagi masyarakat.
“Pasar ini kita tingkatkan menjadi pasar semi-modern tanpa menghilangkan identitas tradisionalnya. Harapannya, Tangga Arung Square tetap menjadi pusat perputaran ekonomi dan aktivitas masyarakat, baik bagi warga Tenggarong maupun pedagang dari kecamatan lain di Kukar,” jelasnya.
Dari sisi pembangunan, proyek Tangga Arung Square dimulai dengan penandatanganan kontrak pada 9 Juni 2023. Pada tahap pertama, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp157 miliar. Selanjutnya, tahap kedua dilaksanakan mulai 31 Maret 2024 dengan fokus pada revitalisasi Pasar Tangga Arung, pembangunan Gedung A dan Gedung B, serta penataan kawasan pendukung. Total anggaran keseluruhan pembangunan mencapai Rp250 miliar.
Untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan aktivitas perdagangan, Pemkab Kukar menerapkan sistem zonasi. Tangga Arung Square difokuskan bagi pedagang kering. Lantai satu diperuntukkan sebagai zona konveksi, sementara lantai dua menjadi zona kuliner. Sementara itu, pedagang basah tetap dipusatkan di Pasar Mangkurawang agar pengelolaan pasar lebih tertata.
Dalam kesempatan yang sama, Bupati Kukar juga menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam memberikan keberpihakan kepada pelaku usaha kecil. Salah satunya melalui kebijakan keringanan bagi pedagang terkait tunggakan retribusi. Pemkab Kukar memberikan opsi pembayaran secara cicilan hingga tiga tahun, sehingga pedagang dapat lebih fokus mengembangkan usahanya tanpa terbebani kewajiban finansial yang berat.
Selain sebagai pusat perdagangan, Tangga Arung Square juga dilengkapi beragam fasilitas pendukung. Di antaranya pos pengamanan terpadu, klinik kesehatan, ruang pengendali inflasi, ruang laktasi, kantor pengelola pasar, serta fasilitas yang ramah anak dan penyandang disabilitas. Pengelolaan kebersihan, keamanan, dan parkir dilakukan secara profesional melalui kerja sama dengan pihak ketiga.
Keberadaan Ruang Terbuka Hijau serta Musholla Al-Muhajirin turut melengkapi kawasan Tangga Arung Square sebagai ruang publik terpadu. Kawasan ini tidak hanya mendukung aktivitas ekonomi, tetapi juga menjadi ruang interaksi sosial sekaligus memberikan kenyamanan bagi masyarakat dalam beribadah.
Dengan diresmikannya Tangga Arung Square, Pemkab Kukar berharap pasar ini dapat berkembang menjadi destinasi belanja yang nyaman, tertib, religius, dan berwawasan lingkungan, serta mampu mendorong pertumbuhan ekonomi rakyat secara berkelanjutan di Kutai Kartanegara.