Akupedia.id, Kutai Kartanegara – Produk Kapsul Kunyit Hitam dari Desa Purwajaya, Kecamatan Loa Janan, berhasil meraih Juara 1 kategori Teknologi Tepat Guna (TTG) Unggulan tahun 2025. Penghargaan tersebut diserahkan dalam acara resmi di Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kutai Kartanegara, Rabu (19/11/2025).
Kepala Desa Purwajaya, Adi Sucipto, menyampaikan rasa bangga atas prestasi warganya yang dinilai berhasil menghadirkan inovasi bermanfaat dan berdaya guna bagi masyarakat. Ia menjelaskan bahwa produk kapsul kunyit hitam ini dikembangkan oleh Dasawisma Anggrek sebagai solusi untuk mempermudah konsumsi kunyit hitam yang biasanya masih diolah secara tradisional.
“Alhamdulillah, produk ini berhasil meraih peringkat pertama di tingkat kabupaten. Proses pembuatannya memang cukup panjang karena harus melalui tahapan pengolahan serbuk hingga pengemasan kapsul dengan pendampingan tenaga ahli,” ujarnya saat dihubungi Kabarnews, Kamis (20/11/2025).
Inovasi tersebut melalui proses pendampingan dari dokter Puskesmas Loa Janan, praktisi Universitas Mulawarman (Unmul), serta Stikes Samarinda untuk memastikan standar kesehatan dan keamanan. Namun, salah satu tantangan terbesar yang dihadapi adalah ketersediaan bahan baku kunyit hitam.
Menurut Adi Sucipto, kunyit hitam sulit ditemukan dan harganya cukup tinggi, mencapai Rp350 ribu per kilogram. Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah desa kini mulai melakukan budidaya tanaman kunyit hitam melalui kelompok wanita tani dan PKK.
“Sebagian masih dalam tahap pembibitan, dan beberapa tanaman sudah berumur enam bulan. Diperkirakan bisa dipanen sekitar tiga bulan lagi,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa kunyit hitam memiliki masa tanam cukup panjang, yakni sekitar 9 hingga 12 bulan, sehingga ketersediaan bahan baku saat ini masih terbatas.
Dari sisi legalitas, seluruh persyaratan administrasi telah dipenuhi oleh Dasawisma Anggrek. Saat ini, produk tersebut tinggal menunggu proses hak paten dan uji klinis yang akan dibantu oleh Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) serta Universitas Mulawarman.
Sementara itu, Kepala DPMD Kukar, Arianto, turut memberikan apresiasi kepada seluruh peserta lomba TTG yang dinilai berhasil menampilkan karya terbaiknya. Ia menilai inovasi teknologi sederhana yang digagas desa dapat menjadi salah satu penguat kemandirian ekonomi masyarakat.
“Kami berharap semakin banyak desa yang menghadirkan inovasi dan memanfaatkan teknologi tepat guna sebagai langkah maju dalam pembangunan desa,” kata Arianto.
Dengan capaian ini, Produk Kapsul Kunyit Hitam dari Desa Purwajaya bukan hanya menjadi kebanggaan lokal, tetapi juga menjadi contoh nyata bahwa inovasi desa mampu mendorong peningkatan ekonomi sekaligus membuka peluang usaha berbasis potensi lokal.
(Adv/Arf)





