Bupati Kukar Aulia Rahman Ajak Warga Teladani Akhlak Rasulullah demi Membangun Daerah

Momen Sambutan Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri dalam acara Maulid Nabi Muhammad 1447 Hijriah . (Foto: kukarkab.co.id)

Akupedia.id, TENGGARONG – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah/2025 Masehi di Masjid Agung Tenggarong, Kamis (11/9/2025) malam, menjadi momentum penting bagi Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), dr Aulia Rahman Basri, untuk menyampaikan pesan moral sekaligus visi pembangunan daerah. Dalam kesempatan itu, ia menekankan bahwa kemajuan Kukar hanya akan bermakna jika dilandasi dengan nilai-nilai luhur yang dicontohkan Rasulullah SAW.

Menurut Aulia, ajaran Nabi Muhammad SAW bukan hanya pedoman spiritual, melainkan juga prinsip hidup yang relevan dalam kepemimpinan, pemerintahan, hingga hubungan sosial. “Malam ini kita memperingati Maulid Nabi Besar Muhammad SAW. Niat kita adalah mensejahterakan masyarakat Kukar, dan dengan meneladani sifat Rasulullah SAW, insyaAllah hal itu lebih mudah diwujudkan,” ungkapnya di hadapan jamaah.

Baca juga  Pemkab dan Kodim Hadirkan Sumur Bor Untuk Petani Desa Sumber Sari

Ia menegaskan bahwa sifat-sifat utama Rasulullah, yaitu siddiq (jujur), amanah (dapat dipercaya), tabligh (menyampaikan kebenaran), dan fathanah (cerdas), harus menjadi pegangan bagi siapa pun, terlebih para pemimpin di berbagai bidang. Bupati Aulia menilai keempat sifat itu mencerminkan standar moral yang mampu menjawab tantangan zaman, termasuk di era modern dengan segala kompleksitasnya.

“Rasulullah memimpin dengan keadilan, kasih sayang, tanggung jawab, serta selalu mengutamakan musyawarah. Inilah yang harus kita contoh dalam membangun Kukar,” tambahnya.

Selain mengingatkan para pemimpin, dr Aulia juga memberikan pesan khusus untuk generasi muda Kukar. Baginya, pemuda memiliki peran besar dalam menentukan arah masa depan daerah. Ia mengajak anak-anak muda agar tidak hanya bangga dengan status sebagai generasi digital, tetapi juga mampu meneladani akhlak mulia Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.

Baca juga  Modal Peralatan dan Ilmu Gizi: DP3A Kukar Siap Berdayakan Ibu Rumah Tangga Hadapi Stunting

“Rasulullah SAW menerima wahyu pada usia 40 tahun, yang masih tergolong pemuda. Artinya, anak-anak muda memiliki energi dan kesempatan besar untuk memberi kontribusi nyata,” tuturnya.

Aulia berharap para pemuda Kukar senantiasa menjaga silaturahmi, bekerja keras, serta berusaha menjadi pribadi yang inspiratif bagi lingkungan sekitar. Ia yakin, jika nilai-nilai tersebut dijalankan, maka pembangunan daerah tidak hanya terwujud dalam bentuk infrastruktur, tetapi juga dalam kualitas sumber daya manusianya.

Baca juga  Pemkab Kukar Daftarkan 46.073 Pekerja Rentan Untuk Jaminan BPJS Ketenagakerjaan

Lebih jauh, Bupati menegaskan bahwa pembangunan Kukar harus mencakup dua dimensi: fisik dan moral. Infrastruktur, pendidikan, serta layanan publik memang penting, namun tidak kalah utama adalah membangun karakter masyarakat berdasarkan teladan Rasulullah. Dengan begitu, hasil pembangunan akan lebih berkelanjutan dan berdaya guna bagi generasi mendatang.

Peringatan Maulid Nabi di Masjid Agung Tenggarong malam itu menjadi ajang refleksi bersama. Bupati Aulia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menjadikan peringatan tersebut bukan hanya sebagai rutinitas tahunan, tetapi sebagai pengingat agar semangat kebersamaan, kasih sayang, serta keadilan senantiasa terjaga di bumi Kutai Kartanegara. (Adv/Arf)

Berita Lainnya