Tekan Enter untuk mencari

Rupiah Tembus Rp17 Ribu, Airlangga: Bukan Hanya Indonesia yang Melemah

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto

Akupedia.id, Jakarta – Nilai tukar rupiah kembali melemah dan menembus level Rp17.105 per dolar Amerika Serikat pada penutupan perdagangan Selasa. Menanggapi kondisi tersebut, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa pelemahan mata uang tidak hanya terjadi pada rupiah, tetapi juga dialami berbagai negara lain.

Saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Airlangga menyebut kondisi ini merupakan fenomena global. “Bukan hanya rupiah, berbagai mata uang lain juga mengalami hal yang sama,” ujarnya singkat.

Data menunjukkan rupiah melemah sekitar 70 poin atau 0,41 persen dari posisi sebelumnya Rp16.980 menjadi Rp17.105 per dolar AS. Sementara itu, kurs referensi Bank Indonesia melalui JISDOR juga mencatat pelemahan ke level Rp17.092 per dolar AS.

Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, menilai tekanan terhadap rupiah dipengaruhi oleh meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, khususnya antara Amerika Serikat dan Iran.

Ia menjelaskan bahwa investor global saat ini cenderung berhati-hati menghadapi potensi eskalasi konflik, terutama terkait ancaman terhadap jalur strategis energi dunia seperti Selat Hormuz. Ketidakpastian ini berdampak pada terganggunya distribusi energi dan mendorong kenaikan harga minyak dunia.

Situasi semakin memanas setelah Presiden AS Donald Trump memberikan tenggat waktu kepada Iran terkait pembukaan jalur tersebut. Di sisi lain, Iran menolak sejumlah proposal yang diajukan dan justru meminta penghentian konflik secara permanen, pencabutan sanksi, serta jaminan keamanan di masa depan.

Ketegangan ini dinilai meningkatkan risiko pasar global, memicu kekhawatiran inflasi, dan memperumit arah kebijakan moneter ke depan. Selain itu, pelaku pasar juga menanti rilis data inflasi Amerika Serikat yang akan menjadi indikator penting bagi kebijakan suku bunga The Fed.

Dengan berbagai tekanan global tersebut, pelemahan rupiah dinilai sebagai bagian dari dinamika pasar internasional, bukan semata-mata disebabkan oleh faktor domestik.

Rekomendasi

Pasang Iklan di sini