Akupedia.id, Tenggarong – Umat Hindu di Desa Kerta Buana, Kecamatan Tenggarong Seberang, berharap adanya dukungan nyata dari Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) untuk menyelesaikan pembangunan tempat ibadah yang hingga kini belum rampung meski telah berdiri sejak puluhan tahun lalu.
Hal ini disampaikan oleh Ketua Persatuan Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Desa Kertabuana, I Made Susana, usai kegiatan Darma Santi Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948, di Pura Pasupati, Jumat (3/4/2026) malam.
Ia mengungkapkan, pura yang digunakan masyarakat untuk beribadah saat ini telah berdiri sejak sekitar 45 tahun lalu, namun belum masuk kategori selesai.
Menurutnya, keberadaan pura memiliki peran penting tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat kegiatan adat dan budaya umat Hindu di Kerta Buana.
“Kami ingin mendapatkan dukungan dalam bentuk nyata,” ujarnya.
Dengan jumlah umat Hindu yang mencapai lebih dari 2.000 kepala keluarga (KK), kebutuhan akan fasilitas ibadah yang representatif menjadi hal yang mendesak. Saat ini, sekitar 411 KK tercatat aktif dalam kegiatan adat dan keagamaan.
Sebagian besar masyarakat Hindu di desa tersebut merupakan transmigran asal Bali yang telah menetap sejak tahun 1980. Mereka berasal dari berbagai kabupaten di Bali dan hingga kini terus menjaga tradisi serta budaya leluhur.
Di tengah keterbatasan, masyarakat tetap berupaya melestarikan budaya, termasuk melalui berbagai kegiatan keagamaan dan pembuatan ogoh-ogoh. Namun, tingginya biaya pelestarian budaya membuat dukungan dari pemerintah menjadi sangat diharapkan.
“Kami juga berharap bisa terhubung dengan program-program pemerintah, sehingga tidak hanya budaya yang terus terjaga, tetapi juga pembangunan tempat ibadah bisa segera dituntaskan,” pungkasnya.
Penulis: Aulia Rahmatul Azizah





