Tekan Enter untuk mencari

Tak Teranggarkan, Taman Ulin Tenggarong Terbengkalai hingga Dipenuhi Sampah

Akupedia.id, Tenggarong — Kondisi Taman Ulin menjadi sorotan publik setelah sejumlah video yang diunggah warga memperlihatkan kawasan tersebut dalam keadaan kumuh dan dipenuhi sampah. Dedaunan kering dan limbah berserakan di berbagai sudut taman, menimbulkan kesan terbengkalai pada salah satu ruang terbuka hijau di pusat kota Tenggarong itu.

Dalam video yang beredar, warga mempertanyakan pihak yang bertanggung jawab atas pengelolaan taman. Kondisi ini disebut telah berlangsung cukup lama, bahkan sejak awal tahun, tanpa adanya perawatan rutin seperti pembersihan maupun penataan kawasan.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kutai Kartanegara (Kukar), Tri Joko Kuncoro, menjelaskan bahwa secara umum kebersihan dan keindahan kota memang menjadi tanggung jawab DLHK. Namun, untuk beberapa titik, termasuk taman, pengelolaannya berada di bawah pihak ketiga.

“Seharusnya pihak ketiga yang bertanggung jawab terhadap pembersihan dan perawatan. Namun tahun ini kemungkinan tidak teranggarkan, sehingga sejak Januari tidak ada perawatan di Taman Ulin,” ujarnya saat ditemui, Kamis (26/3/2026) siang.

Ketiadaan anggaran tersebut berdampak langsung pada terhentinya aktivitas pemeliharaan taman. Akibatnya, kondisi lingkungan yang seharusnya menjadi ruang publik yang nyaman justru berubah menjadi area yang kurang terawat dan menimbulkan keluhan masyarakat.

Melihat kondisi itu, DLHK Kukar akhirnya mengambil langkah darurat dengan turun langsung melakukan pembersihan. Pasukan Merah Putih dikerahkan untuk mengatasi penumpukan sampah yang telah terjadi selama beberapa bulan terakhir. Kegiatan kerja bakti pun telah dilakukan lebih dari satu kali untuk mengembalikan kondisi taman agar lebih layak digunakan.

“Sudah dua kali kami lakukan kerja bakti. Ke depan, sekitar sembilan petugas akan kami tempatkan mulai 1 April untuk fokus menjaga dan merawat Taman Ulin,” jelasnya.

Selain penugasan khusus, DLHK juga melakukan penyesuaian internal dengan menggeser sejumlah petugas dari pekerjaan lain agar dapat difokuskan ke perawatan taman. Langkah ini diambil sebagai bentuk respons cepat atas kondisi yang sempat viral sekaligus untuk memastikan keberlanjutan pemeliharaan ke depan.

Upaya tersebut diharapkan mampu mengembalikan fungsi Taman Ulin sebagai ruang terbuka hijau yang bersih, nyaman, dan dapat dimanfaatkan masyarakat, sekaligus mencegah terulangnya kondisi serupa akibat kendala pengelolaan di masa mendatang.

Penulis: Aulia Rahmatul Azizah

Rekomendasi

Pasang Iklan di sini