Akupedia.id, Tenggarong – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menargetkan pemasangan lampu penerangan jalan umum (LPJU) sebanyak 5.000 hingga 6.000 titik di tahun 2026.
Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan, khususnya di ruas jalan kabupaten yang masih minim penerangan.
Kepala Dishub Kukar, Ahmad Junaidi, menyampaikan bahwa kewenangan pemasangan LPJU terbagi sesuai status jalan. Untuk jalan nasional menjadi tanggung jawab pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan, sementara jalan provinsi ditangani oleh pemerintah provinsi. Adapun jalan kabupaten menjadi kewenangan pemerintah daerah.
“Untuk jalan kabupaten itu kewenangan kami, termasuk pemenuhan sarana prasarana lalu lintas seperti lampu jalan,” ujarnya, Rabu (25/3/2026).
Berdasarkan hasil pendataan, masih banyak wilayah di Kukar yang belum terjangkau penerangan jalan. Kondisi ini terutama terjadi di wilayah hulu yang memiliki bentang jalan panjang dengan permukiman yang masih terbatas.
Salah satu contoh yang disoroti adalah jalur dari Kecamatan Kota Bangun menuju Kecamatan Tabang yang melintasi sejumlah kecamatan seperti Kenohan dan Kembang Janggut. Dari total panjang sekitar 177 kilometer, baru sekitar 10 kilometer yang telah dilengkapi penerangan jalan.
“Artinya masih sangat banyak yang gelap. Padahal ini jalur utama masyarakat,” jelasnya.
Selain jalur tersebut, beberapa wilayah lain seperti Loa Kulu, Tenggarong Seberang, hingga kawasan Muara Kaman dan Muara Muntai juga menjadi perhatian dalam program pemerataan LPJU tahun ini.
Dishub Kukar menegaskan, prioritas pemasangan akan difokuskan pada jalan poros antar kecamatan yang memiliki tingkat mobilitas tinggi, namun minim penerangan.
“Prioritas kita daerah hulu, terutama jalan poros seperti Kota Bangun sampai Tabang, kemudian arah Muara Kaman dan Muara Muntai,” katanya.
Ia menambahkan, keberadaan lampu jalan tidak hanya memberikan kenyamanan, tetapi juga berperan penting dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas serta meningkatkan rasa aman masyarakat saat melintas di malam hari.
Meski belum merinci total anggaran yang dialokasikan, pihaknya berharap program ini dapat berjalan optimal tanpa adanya pengurangan, sehingga pemerataan penerangan jalan di seluruh wilayah Kukar dapat segera terwujud.
Penulis: Aulia Rahmatul Azizah





